Download Bokep – Foto Bugil – Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Terbaru 2016 – Cerita Sex Terbaru – Cerita Panas Terbaru – Cerita Mesum Terbaru – Foto Bugil Terbaru – Foto Cewek Hot Terbaru – Foto Mesum Terbaru – Cerita Sex Vani Janda Muda – dan Seputar Dewasa Terbaru 2016
Cerita Sex Vani Janda Muda
Nama saya Steven, seorang pria berumur 27 tahun dengan tampang biasa-biasa saja. Dalam cerita ini, akan saya ceritakan pengalaman saya bersenggama dengan janda muda.
Peristiwa itu bermula ketika saya berkeinginan untuk mencari tempat kost di Semarang. Pada saat itu, pencarian kost-kostan ternyata membuahkan hasil. Setelah saya menetap di tempat kost yang baru, saya berkenalan dengan seorang wanita, sebut saja namanya Vani. Usia Vani saat itu baru menginjak 30 tahun dengan status janda beranak satu.
Perkenalan kami semakin berlanjut. Pada saat itu, saya baru saja habis mandi sore. Saya melihat Vani sedang duduk-duduk di kamarnya sambil nonton TV. Kebetulan, kamar saya dan kamarnya bersebelahan. Sehingga memudahkan saya untuk mengetahui apa yang dia perbuat di kamarnya.
Dengan hanya mengenakan handuk, saya mencoba menggoda Vani. Dengan terkejut ia lalu meladeni olok-olokan saya. Saya semakin berani mengolok-oloknya. Akhirnya ia mengejar saya. Saya pura-pura berusaha mengelak dan mencoba masuk ke kamar saya. Eh.. ternyata dia tidak menghentikan niatnya untuk memukul saya dan ikut masuk ke kamar saya.
“Awas kau… entar kuperkosa baru tahu” gertaknya.
“Coba kalau berani” tantangku penuh harap.
Saya menatap matanya, saya lihat, ada kerinduan yang selama ini terpendam, oleh jamahan lelaki. Kemudian, tanpa dikomando ia menutup kamar saya. Saya yang sebenarnya juga menahan gairah tidak membuang-buang kesempatan itu.
Saya meraih tangannya, Vani tidak menolak. Kemudian kami sama-sama berpagutan bibir. Ternyata, wanita cantik ini sangat agresif. Belum lagi saya mampu berbuat lebih banyak, ternyata ia menyambar handuk yang saya kenakan. Ia terkejut ketika melihat kejantanan saya sudah setengah berdiri. Tanpa basa-basi, ia menyambar kejantanan saya serta meremas-remasnya.
“Ooh… ennaaakk… teruss…”
desisan saya ternyata mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh. Tiba-tiba ia berjongkok, serta melumat kepala penis saya.
“Uuh… sshhh… Auhh… Nikmmaat…”
Ia sangat mahir seperti tidak memberikan kesempatan kepada saya. Dengan semangat, ia terus mengulum dan mengocok penis saya. Saya terus dibuai dengan sejuta kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memaju-mundurkan kepalanya.
“Ooh… aduhh…” teriakku kenikmatan.
Akhirnya hampir 10 menit saya merasakan ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari penis saya.
“Ooh… tahaannn… sshhh… Uuh… aku mau kkeluaar… Ohh…”
Dengan seketika muncratlah air mani saya kedalam mulutnya. Sambil terus mengocok dan mengulum kepala penis saya, Vani berusaha membersihkan semua mani yang masih tersisa. Saya merasakan nikmat yang luar biasa. Vani tersenyum, lalu saya mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulut saya. Saya sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya.
Perlahan-lahan kejantanan saya bangkit kembali. Kemudian, tanpa saya minta, Vani melepaskan seluruh pakaiannya termasuk bra dan CDnya. Mata saya tak berkedip. Buah dadanya yang montok berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk saya lumat. Saya remas-remas lembut payudaranya yang semakin bengkak.
“Oohhh… Teruss Stev… Teruss…” desahnya.
Saya hisap-hisap putingnya yang mengeras, sementara tangan kiri saya menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya saya berhasil meraih belahan yang berada di celah-celah pahanya. Tangan saya mengesek-geseknya. Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciuman saya beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Saya membaringkan tubuhnya ke kasur. Tanpa dikomando, saya sibakkan pahanya. Saya melihat vaginanya berwarna merah muda dengan bulu hitam yang tidak begitu tebal. Dengan penuh nafsu, saya menciumi memeknya dan saya jilati seluruh bibir kemaluannya.
“Ohh… teruss Stev… Aduhh… Nikmat…”
Saya terus mempermainkan klitorisnya. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibir saya merapat dibelahan vaginanya dan saya mainkan lidah saya yang terus berputar-putar di kelentitnya seperti ular cobra.
“Stev… ooohh… teruss sayang… Oohhh…”
Desis kenikmatan yang keluar dari mulutnya semakin membuat saya bersemangat. Saya sibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikkan lidah dan sedotan saya.
“Ooh… nikmat… teruss… teruss…” teriakannya semakin merintih.
Tiba-tiba ia menekankan kepala saya ke memeknya, saya hisap kuat lubang memeknya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari memeknya semakin banyak.
“Aduhh… aku… keluuaarr… ooh… ooohh…”
Ternyata Vani mengalami orgasme yang dahsyat. Sebagaimana yang ia lakukan kepada saya, saya juga tidak menghentikan hisapan serta jilatan lidah saya dimemeknya. Saya menelan semua cairan yang keluar dari memeknya. Terasa sedikit asin tapi nikmat. Vani masih menikmati orgasmenya, dengan spontan, saya memasukkan penis saya ke dalam memeknya yang basah. Blesss…
“Ohh… enaakk…”
Tanpa mengalami hambatan, penis saya terus menerjang ke dalam lembutnya vagina Vani.
“Ooohh… Vani… sayang… enakk…”
Batang penis saya sepeti dipilin-pilin. Vani yang mulai bergairah kembali terus menggoyangkan pinggulnya.
“Ohh… Stev… terus… sayang… Mmhhh…”
Saya hujamkan penis saya lebih dalam lagi. Sekitar 10 menit saya menindih Vani. Lalu ia meminta agar saya berada di bawah.
“Kamu dibawah ya sayang…” bisiknya penuh nikmat.
Saya hanya pasrah. Tanpa melepaskan hujaman penis saya dari memeknya, kami merubah posisi. Dengan semangat menggelora, penis saya terus digoyangnya. Vani dengan hentakan pinggulnya yang maju-mundur semakin menenggelamkan penis saya ke liang memeknya.
“Oh… remas dadaku sayang… terus… oohhh… sayang… enaaakk…” erangan kenikmatan terus keluar dari mulutnya.
“Oh… Vani… terus goyang sayang…” teriakku memancing nafsunya.
Benar saja. Kira-kira 15 menit kemudian goyangan pinggulnya semakin dipercepat. Sembari pinggulnya bergoyang, tangannya menekan kuat ke arah dada saya. Saya mengimbanginya dengan menaikkan pinggul saya agar penis saya menghujam lebih dalam.
“Steven… Aaahh… aku… Keluuaarr… sayang… Ooohh…”
Ternyata Vani telah mencapai orgasme yang kedua. Saya semakin mencoba mengayuh kembali lebih cepat. Karena sepertinya otot kemaluan saya sudah dijalari rasa nikmat ingin menyemburkan sperma. Kemudian saya membalikkan tubuh Vani, sehingga posisinya di bawah. Saya menganjal pinggulnya dengan bantal. Saya memutar-mutarkan pinggul saya.
“Ooh… Vani… nikmatnya… aku keluuaaarr…”
Croott… crooott… croottt… Saya tidak kuat lagi mempertahankan seperma saya. Dan langsung saja memenuhi liang vagina Vani.
“Oh… Stev… kamu begitu perkasa”
Telah lama aku menantikan hal ini. Ujarnya sembari tangannya terus mengelus punggung saya yang masih merasakan kenikmatan karena Vani memainkan otot kemaluannya untuk meremas-remas penis saya.
Kemudian, tanpa saya komando, Vani berusaha mencabut penis saya yang tampak mengkilat karena cairan sperma saya dan cairan memeknya. Dengan posisi 69, kemudian ia meneduhi saya dan langsung mulutnya bergerak ke kepala penis saya yang sudah mulai layu. Saya memandangi lobang memeknya. Vani terus mengulum dan memainkan lidahnya penis saya. Tangan kanannya terus mengocok-ngocok batang penis saya. Sesekali ia menghisap dengan keras lobang penis saya. Saya merasa nikmat dan geli.
“Ooohh… Vani… geli…” desahku lirih.
Namun Vani tidak peduli. Ia terus mengecup, mengulum dan mengocok-ngocok penis saya. Saya tidak tinggal diam, cairan rangsangan yang keluar dari vagina Vani membuat saya bergairah kembali. Saya kemudian mengecup dan menjilati lubang memeknya. Kelentitnya yang berada di sebelah atas tidak pernah saya lepaskan dari jilatan lidah saya. Saya menempelkan bibir saya dikelentit itu.
“Ooh… Stev… nikmat… Ooohh…” desisnya.
Vani menghentikan sejenak aksinya karena tidak kuat menahan kenikmatan yang saya berikan.
“Oh.. Terusss…” desahnya sembari kepalanya berdiri tegak.
Kini mememeknya memenuhi mulut saya. Ia menggerak-gerakkan pinggulnya.
“Ohh… yaahh… teruss… oh… ooohh…” saya menyedot kuat lobang vaginanya.
“Stev… aku… ohh… keluuaaarr… ssshhhh…”
Ia menghentikan gerakannya, tapi saya terus menyedot-nyedot lobang memeknya dan hampir senmua cairan yang keluar masuk kemulut saya. Kemudian dengan sisa-sisa tenaganya, penis saya kembali menjadi sasaran mulutnya. Saya sangat suka sekali dan menikmatinya. Saya akui, Vani merupakan wanita yang sangat pintar membahagiakan pasangannya. Vani terus menghisap dan menyedoti penis saya sembari mengocok-ngocoknya. Saya merasakan nikmat yang tiada tara.
“Vani… Terusss… oohhh…” rintihku menahan sejuta kenikmatan. Vani terus mempercepat gerakan kepalanya.
“Au… Vani… aku… keluuarrr… oohh…”
Croott… crooott… Croot… Mani saya tumpah kedalam mulutnya. Sementara Vani seakan tidak merelakan setetespun air mani saya menetes keluar.
“Terima kasih sayang…” ucapku.
Saya merasa puas. Ia mengecup bibir saya.
“Stev… mungkinkah selamanya kita bisa seperti ini. Aku sangat puas dengan pelayananmu. Aku tidak ingin perbuatan ini kamu lakukan dengan wanita lain. Aku sangat puas. Biarkan aku saja yang menerima kepuasan ini.” Saya hanya terdiam.
Sejak saat itu, saya sering meniduri Vani di kamarnya, selalu dalam keadaan telanjang bulat, terkadang dia juga tidur di kamar saya, tentu saja dengan mengendap-endap. Terkadang, kami tidur saling tumpang tindih, membentuk posisi 69, saya tertidur dengan menghirup aroma segar kemaluannya, sedangkan Vani mengulum penis saya. Dikala pagi, penis saya selalu ereksi, diemut-emutnya penis saya yang ereksi itu, sementara saya dengan cueknya tetap tidur sambil menikmati oralnya, terkadang saya jilati kemaluannya karena gemas.

Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2016, Dan Lain-lain.

Cerita Dewasa Terbaru 2016 – Cerita Sex Terbaru – Cerita Panas Terbaru – Cerita Mesum Terbaru – Foto Bugil Terbaru – Foto Cewek Hot Terbaru – Foto Mesum Terbaru – Cerita Sex Fina Sahabat Pacarku – dan Seputar Dewasa Terbaru 2016
Cerita Sex Fina Sahabat Pacarku
Rini adalah pacar saya, dia tinggal di asrama perawat bersama teman satu pendidikannya. Wah.. mulus-mulus tubuh mereka semua, maklum sekolah perawat, jadi body-nya mungkin juga dirawat. Yang jadi pikiran saya sekarang ini adalah sahabat dari pacar saya itu. Begini ceritanya, pacar saya punya sahabat, namanya Fina, dan orangnya cantik. Ketika Rini pulang kampung ke Jawa Timur, Fina datang ke tempat kost saya. Seperti biasa, Fina sudah terbiasa dengan keadaan kamar saya yang seperti selesai perang, berantakan sekali. Berhubung dia adalah sahabat dari pacar saya, jadi saya sambut dengan ramah.
Kami bercerita panjang lebar sambil duduk di atas kasur. Seperti seorang sahabat, kami saling bercanda. Suatu ketika, Fina terdiam termenung. Saya heran, saya tanyakan mengapa dia tiba-tiba terdiam seperti bersedih. Fina dengan perlahan sekali bercerita bahwa setelah dia selesai menjalani pendidikan perawatnya ini, dia akan dinikahkan oleh seorang yang belum sama sekali dikenalnya. Melihat dia mulai menangis, saya berusaha menghiburnya dan berkata bijaksana. Tetapi malah membuat dia lebih keras menangis.
Perlahan dia berkata, “Don, sebenarnya aku sayang kamu..”
Fina tertunduk, “Maafkan aku Don..” lanjutnya.
Aduh, saya bingung harus menjawab bagaimana. Sementara saya terdiam, Fina memeluk saya. Tubuhnya yang harum dan kulitnya yang halus menyengat isi kepala saya. Saya berusaha tetap tenang dan mengingat bahwa dia ini sahabat dari pacar saya. Tetapi “adik kecil” saya ini (kadang-kadang besar juga sih) tidak mau tahu, menggeliat dan mulai mengeras didalam celana saya. Apalagi benda empuk di dada Fina menghimpit tubuh saya. Bisa gawat nih, si “adik kecil” gelisah dan segera ingin keluar dari sarangnya.
Fina semakin erat memeluk saya. Saya coba mencium dahinya perlahan. Dia diam saja. Saya cium pipinya, dia masih diam juga. Saya coba meraih bibirnya yang mungil dan mengulumnya, Fina membalas perlahan. Wah, habis sudah iman yang saya miliki..! Saya lumat bibirnya dengan ganas hingga dia gelagapan dan kewalahan. Ketika bibir saya meluncur ke lehernya, Fina merintih tertahan. Tangan saya yang sigap dan terlatih tidak tinggal diam, mulai menyusup dari belakang t-shirtnya, mengusap punggungnya yang halus dan mencari kaitan BH-nya. Lepas..! Mulai perlahan saya angkat t-shirt putihnya hinga terlepas berikut BH-nya, dan terlihatlah buah dadanya yang indah itu. Keadaan putingnya masih ranum sekali.
Setelah puas menjelajah daerah leher dengan diiringi rintihan lembut Fina, mulut saya mulai menelusuri gundukan lembut itu. Fina melenguh lirih, tangannya mencoba menahan kepala saya, namun dia tidak menolaknya. Berputar diantara lereng buah dadanya, mulai mulut saya mendaki mencari putingnya. Bersamaan desahan panjangnya, Fina meremas rambut kepala saya ketika putingnya terkulum oleh bibir saya dan mulai saya jilati. Dengan nikmat sekali saya berpindah dari puting yang satu ke puting yang lainnya. Mulai mengeras juga ketika jari saya turut mengurut- urutnya.
Perlahan tubuhnya saya rebahkan diatas kasur dan tangan saya mulai mengusap-usap pahanya yang mulus dan licin ke atas sambil mengangkat rok mininya. Masih dengan mulut saya di buah dadanya, tangan saya telah mencapai pangkal pahanya. Perlahan saya coba merenggangkannya dengan jari saya, dan mulai menyusupkan jari saya diantara celana dalamnya. Hangat sekali..! Bunyi gemerisik perlahan terdengar ketika jari-jari saya menyentuh rambut-rambut lembut di daerah tersebut dan mulai mencari lubang kewanitaannya.
Fina merintih memelas sekali ketika jari saya mengusap-usapnya perlahan dan teratur. Lembab dan hangat serta sedikit lekat saya rasakan di jari saya. Kepala saya bergeser kearah bawah pusarnya hingga kini berhadapan dengan celana dalamnya. Perlahan saya tarik celana dalamnya kebawah dengan sedikit mengangkat pantatnya, dan lepas juga. Saya renggangkan pahanya dan saya dekatkan kepala saya. Tangan Fina refleks berusaha menahan saya.
“Jangan Don..!” kata Fina sambil berusaha menarik kepala saya.
Tapi percuma saja, sebab lidah saya telah menjilati pangkal celah vaginanya. Fina menggeliat-geliat tidak menentu. Namun tangannya tetap memegangi kepala saya yang ada di pangkal pahanya.
Lama-kelamaan, mungkin karena merasa nikmat atau geli atau entah apa, kini malah Fina sedikit mendesakkan kepala saya di belantara rambut vaginanya sambil merenggangkan pahanya agak lebar. Jilatan saya semakin menjadi-jadi dan rintihan-rintihan Fina semakin keras. Kini tangannya tidak menahan saya lagi, hanya meremas-remas rambut kepala saya saja. Bahkan pinggulnya kini turut bergoyang lembut mengikuti tiap jilatan saya pada bibir vaginanya. Suaranya yang memelas dan tertahan semakin mengeraskan penis saya, yang dari tadi tidak terurus sama sekali.
Sesaat saya lepaskan pakaian saya sendiri, penis saya melompat keluar dengan perkasanya, mengacung dengan urat-uratnya yang dahsyat. Saya merayap diantara tubuh Fina yang telentang, saya hadapkan penis saya di wajahnya yang imut. Mata Fina nanar melihat keperkasaannya. Saya tuntun tangannya untuk memegangnya. Matanya terpejam ketika jari lentiknya menggenggam batang leher penis saya. Saya sorongkan perlahan kepala penis pada mulut mungilnya.
“Isap sayang.., coba diisap..!”
Bibir mungilnya terbuka perlahan mencoba mengulum kepala penis saya. Kewalahan juga Fina untuk menguasai besarnya kepala penis saya yang sudah coklat kememerahan itu.
“Isap sekarang..” pinta saya lembut.
Dengan mata masih terpejam, Fina menghisapnya. Setiap hisapannya membuat urat-urat leher kemaluan saya itu berdenyut. Saya dorong agak dalam batang kemaluan saya didalam mulutnya. Fina gelagapan hingga air liurnya keluar dan menimbulkan suara berkecipak. Perlahan saya maju mundurkan batang kemaluan saya. Semakin lama semakin dalam. Saya benamkan setengah dari batang kemaluan saya dalam mulut mungilnya.
Lama saya biarkan Fina menghisap-hisapnya. Pemandangan itu membuat saya semakin bergairah saja. Bibirnya yang lembut bergesekan dengan kulit kemaluan saya. Nikmat sekali rasanya. Ketika saya cabut dari mulutnya, terlihat Fina mencoba mengambil nafas dengan terengah-engah. Saya sambar mulutnya yang mungil dengan mulut saya. Agak lama kami saling mengulum, namun perlahan kembali saya renggangkan pahanya yang putih hingga terbuka lebar. Terlihat kembali vaginanya yang kemerahan diantara kilauan bulu-bulu halusnya.
Kini saya arahkan penis saya di bibir vaginanya yang lembab berair. Saya desakkan sedikit hingga kepala penis saya ditelan oleh vaginanya.
“Sakit nggak Don..?” tanya Fina disela rintihannya.
“Sedikit sayang.. hanya sedikit..” jawabku menghibur, sebab konsentrasi saya berada pada acara utama yang akan kami lakukan.
Dengan satu dorongan mantap dari saya dan diiringi rintihan kenikmatan yang keras, Fina menerima seluruh penis saya. Fina meremas rambut kepala saya dengan keras. Saya peluk tubuhnya yang berkeringat dan saya rasakan getaran yang hebat padanya. Saya biarkan beberapa saat penis saya di dalam lumatan vaginanya. Denyutan lembut namun kuat sangat terasa oleh saya pada tiap urat kemaluan saya. “Memang masih perawan si Fina ini,” pikirku.
Perlahan saya tarik batang senjata saya. Gesekan nikmat ini membuat Fina merintih dengan kepala mendongak keatas. Giginya mengigit bibirnya sendiri, menahan sesuatu. Saya benamkan kembali batang kemaluan saya kedalam kehangatan kemaluannya. Fina kembali mengeluarkan desisan menggairahkan. Semakin lama saya percepat gesekan batang kemaluan saya, mencoba membuat Fina semakin histeris dan menggumamkan kata-kata yang tidak jelas terdengar. Suara lenguhan Fina yang menggairahkan dan dengusan nafas membara dari saya, menimbulkan suara berkecipak diantara pangkal paha kami berdua. Gesekan Nikmat disertai hisapan berdenyut vagina milik Fina yang hangat membuat batang penis saya menggila. Bibir saya yang bernafsu sesekali menghisap puting mungil buah dada Fina yang menegang.
“Don… ach.. aku…” desis Fina.
Saya sadar dia akan mencapai klimaksnya. Kemaluan saya semakin ganas saya benamkan di liang kehangatannya. Dan… pinggang saya terasa bergetar keras, ada sesuatu yang hendak terlontar. Entah bagaimana saya semakin menggila, hingga pinggang Fina terguncang-guncang hebat.
Dengan buah dada Fina yang terayun-ayun disetiap desakan kemaluan saya pada vaginanya, Fina memekik dengan mata setengah terbuka. Nafas kami semakin memburu. Dan akhirnya, Fina memekik panjang sambil memeluk pinggang saya, hingga penis saya amblas sedalam-dalamnya. Disertai muntahan sperma dari penis saya, kami mengejang beberapa saat hingga akhirnya saya mendarat di atas tubuh Fina yang puting mungilnya masih mengeras.
Permainan kami sungguh pengalaman yang terindah buat kami berdua. Fina merasakan kepuasan yang belum pernah dirasakannya seumur hidupnya bersama saya, setelah pemainan itu Fina berkata kalau dia tidak menyesali perbuatannya dan keperawanannya memang pasrah ingin dia serahkan kepadacsaya. Tetapi akhirnya pengalaman itu hanya menjadi kenangan bagi kami berdua. Fina menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya di kotanya, sedangkan cinta saya bersama Rini hilang karena perbedaan pandangan hidup.

Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2016, Dan Lain-lain.

Cerita Dewasa Terbaru 2016 – Cerita Sex Terbaru – Cerita Panas Terbaru – Cerita Mesum Terbaru – Foto Bugil Terbaru – Foto Cewek Hot Terbaru – Foto Mesum Terbaru – Cerita Sex Bu Linda – dan Seputar Dewasa Terbaru 2016
Cerita Sex Bu Linda
Nama saya Pandu, saya mahasiswa di kota Bogor, saya berasal dari desa, dan saya berasal dari keluarga yang bisa dibilang serba kekurangan. Untuk membiayai kuliah saya, saya bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris di sebuah kursus. Karena saya ramah saya disukai oleh cewek-cewek yang ikut kursus tersebut.
Salah satu grup peserta les adalah ibu-ibu staff dari salah satu BUMN di kota tersebut. Ibu Linda merupakan salah satu favorit saya karena dia cantik sekali, tinggi, anggun dan baik sekali. Ibu Linda orangnya santun sekali, sehingga saya pun segan menggodanya. Bu Linda merupakan pimpinan kantor dari grup itu. Dia sering memberi saya uang lebih, katanya untuk menambah uang jajan, bahkan kadang-kadang lebih besar dari gaji saya. Saya mempunyai sebuah Vespa butut untuk kendaraan saya sehari-hari. Sedangkan Bu Linda menggunakan sedan model terbaru. Hal ini selain dia pimpinan cabang, suaminya juga pengusaha yang cukup sukses. Saya melihat mereka berdua adalah pasangan ideal.
Suatu Malam saya sendirian di tempat kursus dimana saya sedang beres-beres mau pulang kerumah, tiba-tiba telpon tempat kursus saya berbunyi. Ogah-ogahan saya mengangkatnya, tapi ternyata telpon itu dari Bu Linda, dia memohon pada saya untuk menunggunya karena ada yang perlu ditanyakan. Saya jadi tidak enak hati meninggalkannya, padahal langit sudah gelap dan mau turun hujan.
Tak lama kemudian dia datang dengan muka yang keruh, dia menanyakan beberapa hal mengenai terjemahan karya tulis. Setelah saya jelaskan dia mengerti, tetapi ada beberapa masalah yang akan disampaikan kepada saya tapi tampaknya tidak jadi. Akhirnya dia mengajak saya menemaninya untuk menonton film yang diputar jam 21.00. Saya setuju saja. Saya heran kenapa mobilnya ditinggal di tempat kursus sedangkan Bu Linda membonceng saya naik vespa butut saya.
Di sepanjang jalan dia duduk mendekap saya, sehingga membuat banyak orang heran dan mungkin berpikir kenapa ada wanita cantik pacaran dengan cowok miskin. Tetapi dia cuek saja.
Di gedung bioskop kami berdua membeli tiket dan duduk di bangku paling atas. Penontonnya tidak banyak karena filmnya adalah film murahan tentang sex sehingga yang nonton adalah pasangan-pasangan yang hanya mencari tempat berpacaran.
Tak lama kemudian film mulai. Dan seperti dugaan saya, pasangan-pasangan didepan saya mulai beraksi tanpa malu-malu. Saya berbisik sambil tertawa pada Bu Linda bahwa kita akhirnya melihat pasangan-pasangan bercumbu tetapi tidak peduli dengan penonton lain. Tetapi Bu Linda tidak tertawa malah dia menyenderkan tubuhnya ketubuh saya dan berbisik alangkah bahagianya pasangan-pasangan itu bisa menuntaskan nafsu syahwatnya.. Dia melihat pada saya dengan mata sendu, dan dia meminta saya juga mencumbunya seperti pasangan lain itu.
Saya ragu-ragu mendengar permintaannya itu, saya bertanya apa nggak salah? Bu Linda tidak menjawab, tetapi dia langsung melepas gelungan rambutnya yang panjang dan indah. Tangan saya ditariknya untuk melingkari pinggangnya yang ramping, dan dia langsung menyodorkan mulutnya untuk dilumat serta matanya yang setengah terpejam. Saya menjadi sangat terpesona dan terangsang melihat ibu berwajah cantik itu memasrahkan tubuhnya pada seorang cowok miskin untuk dicumbu.
Lama sekali saya memandangi dirinya yang sangat mempesona itu. Bu Linda berbisik sudah jangan dipandang saja tapi beraksilah. Perlahan saya kecup mulutnya dan dia menyambut dengan senyuman. Kami saling berciuman bibir, saling melumat bibir, lidah kami bertemu berburu mencari kenikmatan di setiap sudut-sudut bibir dan rongga mulut masing masing. Mulut saya disambutnya dengan rakus. Selama didalam bioskop kami berdua saling bercumbu dan saling meraba.
Dalam kondisi yang baru saya alami ini, saya menjadi sangat kikuk dan canggung, tapi anehnya nafas saya makin memburu, kejar-kejaran dan bergelora seperti gemuruh ombak di laut. Saya menjadi bergemetaran, dan tak mampu berbuat banyak, Bau wewanginan semerbak menambah suasana romantis. Tangan saya pun mulai meraba-raba tubuh sintal Bu Linda. Bu Linda tidak mau kalah, dia meraba-raba punggung saya dan bahkan menyusup dibalik kaos saya. Saya jadi semakin terangsang dalam permainan yang ini.
Sejenak jeda, kami saling berpandangan, dia tersenyum manis bahkan amat manis, dibanding waktu-waktu sebelumnya. Kami berangkulan kembali, seolah-olah dua sejoli yang sedang mabuk asmara sedang bermesraan. Dia mulai mencumi leher saya dan menggigit lembut sementara tangan saya mulai meraba-raba tubuhnya. Pertama pantatnya, kemudian menjalar ke pinggulnya.
“Sejak kamu mengajar dulu, aku sudah berpikir, ‘Ganteng banget ini anak!’” katanya setengah berbisik.
“Ah Ibu ada-ada saja”, kata saya mengelak, walaupun saya senang mendapat sanjungan.
“Aku tidak merayu, sungguh” katanya lagi.
Kami makin merangsek bercumbu, birahi saya makin menanjak naik, dada saya semakin bergetar, demikian juga dada Bu Linda. Dia pun nampak bergetaran dan suaranya agak parau. Dia mengajak saya pulang sambil berbisik,
“Setubuhin aku dong mas, aku udah lama puasa. Akan aku layani mas dengan sepenuh hati apa yang mas mau, asal mas memuasin dahagaku malam ini”
Kemudian saya beranjak, berdiri dan menarik tangan Bu Linda supaya ikut berdiri. Dalam perjalanan pulang ke rumah saya, kami berboncengan. Dalam dekapannya yang hangat, hasrat kelelakian saya menjadi bertambah bangkit dan terasa seakan membelah celana yang saya pakai.
Sesampainya di rumah kontrakkan saya, Bu Linda saya bimbing masuk kedalam. Sambil menahan malu saya menunjukkan keadaan rumah kontrakan saya yang berantakan, maklum rumah bujangan. Bu Linda hanya tersenyum melihat kondisi rumah yang berantakan itu, dia langsung membereskan rumah saya sambil saya bantu. Baju-baju kotor langsung direndam, sprei langsung diganti yang baru sebagai persiapan pertempuran nanti, lantainya disapu sampai bersih. Buku-buku dan VCD saya langsung diatur dengan baik bak seorang istri setia yang mengatur rumahnya sendiri.
Saya disuruhnya mandi dulu sementara ia membereskan rumah. Ia memasak mie karena dari tadi kami belum makan malam. Setelah selesai dia mandi dengan memakai handuk yang tadi saya pakai dan Bu Linda meminjam kaos saya yang paling besar yang dipakai sebagai daster. Penis saya bertambah tegang membayangkan Bu Linda mandi dan membayangkan bekas handuk saya membelai tubuhnya.
Sehabis mandi saya betul-betul terpana melihat kesempurnaan tubuhnya yang putih, terutama telapak kakinya yang betul-betul bagus. Kaos yang dipakai hanya menutupi sebagian kecil tubuhnya hanya sampai pantatnya yang indah. Bu Linda tidak lagi memakai celana dalam dan BHnya. Saya diajaknya makan bareng dan dilayani seperti seorang suami dengan disuapin olehnya. Sambil makan dia bercerita tentang semua masalahnya. Dari menikah atas pilihan orang tua serta suaminya yang ternyata seorang gay dan dia sendiri ternyata masih perawan karena suaminya tidak pernah menyetubuhinya. Perkawinannya selama ini hanya pura-pura untuk menutupi kehormatan keluarga. Dia sendiri untuk mengurangi penderitaannya dia sering bekerja keras untuk menghilangkan waktu.
Kalau sudah tak tahan Bu Linda melakukan masturbasi sambil menonton film BF. Minggu ini barulah dia tak tahan dan akhirnya protes kepada suaminya. Suaminya mengijinkan Bu Linda mencari laki-laki lain tetapi dengan syarat Bu Linda tetap harus menjadi istri untuk menjaga kehormatan keluarga. Saya dipilihnya dengan harapan saya mau menjadi “suami” simpanannya serta dapat menjaga rahasia keluarganya. Kalau saya setuju dia akan menyerahkan seluruh tubuhnya termasuk keperawanannya kepada saya.
Saya sangat kaget mendengar penjelasannya itu. Saya pun bertanya bila saya setuju apakah ia betul menjadi istri saya serta melahirkan anak. Bu Linda menjelaskan dia bersedia melakukan hal itu. Iseng-iseng saya menggodanya bahwa saya tidak setuju dengan usulnya untuk menjadi suami keduanya tapi saya setuju untuk memperawaninya. Saya lihat wajahnya kecewa tetapi dia terus merengek untuk memerawaninya malam itu. Hal itu saya lihat karena nafsunya sudah tinggi sekali. Untuk merangsang nafsu saya, ia memohon untuk memutar VCD xxx yang ditemukannya tadi. Saya menurut saja karena sebenarnya saya juga ingin sekali bersetubuh dengan Bu Linda.
Bu Linda kembali duduk di pinggiran tempat tidur, dan membuka kaos yang digunakannya. Saya mendekat dan duduk di samping Bu Linda. Hmmm… nampak payudara itu masih montok dan kenyal seperti payudara seorang perawan, ingin saya langsung melahap dengan mulut dan menjilatnya.
Bu Linda memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher saya, menarik wajah saya dan langsung melumat bibir saya dengan nafsu yang membara. Saya pun membalas dengan tidak kalah sengit. Sambil meladeni serangan bibir dan lidah Bu Linda, tangan saya meremas payudara montok milik Bu Linda. Desahan nafas menderu di seputar ruangan, diselingi alunan musik vcd menambah gairah.
Setelah beberapa saat, Bu Linda mendorong lembut badan saya, menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu. Saya mendorong lembut tubuh Bu Linda, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang dengan puting yang telah tegang. Tanpa menunggu lagi saya melaksanakan tugas menjelajahi gunung kembar itu, melingkari dan menuju puncak puting. Dengan saya sedot dan saya mainkan puting susu itu sambil tangan saya meremas payudara kembarannya.
”Aaahh… aahhh… mmhhhh… mas aku dicupang dong…” suara Bu Linda mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan.
Saya kaget mendengarnya, tetapi Bu Linda meminta saya mencupang seluruh tubuhnya sebagai tanda tubuhnya milik saya sepenuhnya. Saya melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah payudara menuju perut dan sebentar memainkan lidah pada pusar Bu Linda yang menggelinjang kegelian. Dengan spontan Bu Linda mengangkat kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan vagina dengan rambut-rambut yang tertata rapi.
Saya mulai menjilati dan menyusuri paha Bu Linda yang mulus, terus mendekat ke selangkangan dan menemui bibir vagina yang mulai mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama, saya menyapu cairan senggama itu dengan lidah saya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir vagina Bu Linda dan sesekali menggetarkan lidah pada klitorisnya yang membuat Bu Linda mengerang kenikmatan.
”Aaahhhhh… mmmhh… Mas… uuhhh…” desahan birahi yang memuncak dari Bu Linda membuat saya semakin bersemangat, dan sesekali lidah saya julurkan mencoba masuk ke liang senggama yang menanti pemenuhan itu.
Setelah beberapa menit saya mengeksplorasi liang kewanitaan itu, nampaknya Bu Linda tidak sabar lagi menuntut pemenuhan hasrat birahinya.
”Mas… ayo sayang… perawanin aku… aahhhh… mmmhh…” Suara Bu Linda diiringi desahan-desahan yang semakin kencang.
Dengan tenang saya menyudahi penjelajahan lidah dan bersiap untuk pertempuran yang sesungguhnya. Dengan sekali tarik lepaslah sarung saya yang melilit di pinggang dan penis saya mengacung bebas dengan bagian kepala yang merah mengkilap. Bu Linda semakin membuka lebar pahanya, besiap menanti pemerawanan terhadap liang wanitanya. Saya naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penis ke arah vagina Bu Linda yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang kemaluan saya dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.
Dengan sekali dorongan penis saya mulai menembus vagina Bu Linda yang disambut jeritan Bu Linda,
”Aaaaahhh… sakit mas… sakit… aaahh…”
Kemudian saya dorong pelan-pelan sampai masu penis saya sedalam-dalamnya. Setelah dorongan pertama dan batang zakar yang masuk seluruhnya barulah saya memompa menaik turunkan pantat dengan irama beraturan seakan mengikuti irama musik yang terasa semakin menggebu dan hot.
Saya bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan Bu Linda mencengkeram punggung saya, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan suara desahan orang bersetubuh dari VCD dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh,
”Aahhh… aahhh… aahhh… mmhhh… mmhhh…” tak hentinya desahan meluncur dari bibir saya dan Bu Linda.
Saya sesaat menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas, Bu Linda memeluk saya dan menggulingkan badan tanpa melepas penis yang tetap berada di liang vaginanya. Dengan posisi dia diatas dan setengah berjongkok, Bu Linda memompa dan menaik-turunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan. Sesekali Bu Linda memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang zakar saya lebih dalam. Saya tak diam saja, tangan saya meremas kedua payudara yang menggantung bebas dan menarik-narik puting susu Bu Linda.
Suasana makin membara dengan peluh yang bercucuran, sampai saat Bu Linda seperti tak sanggup melanjutkan pompaan karena birahi yang hendak mencapai puncak pemenuhan. Dengan sigap saya membalikkan posisi, Bu Linda kembali berada di bawah. Dengan mempercepat tempo dorongan saya teruskan pertempuran.
“Mas… aahhh… aahhh… aaahh… uuh… terus Mas… aahhh… aaahh… aku sampai… Mas… aaahhhhh… mmmhhhhh…” Setelah teriakan tertahan Bu Linda mengatup bibirnya menikmati orgasme yang didapat, tubuhnya sedikit bergetar.

Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2016, Dan Lain-lain.

3gpbokep.online situs web yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru | Cerita Sex Melayani Nafsu Mamah Kekasihku
Hallo gaes, kembali admin 3gpbokep.online menghadirkan cerita sex pengalaman pribadi dari kiriman-kiriman pembaca. Admin 3gpbokep.online tentunya akan selalu menghadirkan cerita sex yang selalu terbaru dan terupdate. Bagi pembaca sekalian yang mempuyai pengalaman pribadi dan ingin pengalamannya ditulis di 3gpbokep.online bisa mengirimkan ceritanya lewat email : sexbirahi@gmail.com.
Pertama-tama aku akan mengenalkan diri, namaku Edgar, umurku maish 20 tahun dan aku lagi kuliah disalah satu universitas ternama dikotaku. Aku mempunyai seorang kekasih yang bernama Emi. Emi siiih menurutku wajahnya biasa saja banyak yang lebih cantik darinya, namun aku sangat suka dengan tubuhnya yang sintal dan buah dadanya yang sangat besar, berukuran sekitar 39B. Selain itu, Emi juga termasuk cewek yang maniak sex. Setiap kali aku ngapel dirumahnya, Emi selalu berpakaian sangat seksi dan super minim hingga selalu membuatku selalu ingin ngentot dengannya.

Namun kali ini aku gak akan menceritakan kegilaan sex ku dengan Emi, aku akan menceritakan kegilaan sex ku dengan mamah Emi yang bernama tante Rosa. Tante Rosa ini meski sudah mempunyai 3 orang anak yang sudah dewasa, namun wajahnya masih terlihat cantik, bahkan lebih cantik dari Emi. Tubuhnya juga cukup padat dan singset. Ketika aku nngapelin Emi, aku selalu melihat tante Rosa menggunakan daster “You Can See” yang snagat menerawang sehingga aku bisa melihat daleman yang dipakai tante Rosa.

Cerita Sex Melayani Nafsu Mamah Kekasihku



Meski buah dada tante Rosa gak sebesar buah dada Emi, namun kemolekan tubuh tante Rosa cukup memikat penglihatanku. Tak jarang juga setiap aku maen dirumahnya, kulihat tante Rosa selesai mandi dan keluar kamar mandi hanya menggunakan lilitan handuk kecil yang membuatku jelas bisa melihat kemulusan tubuh tante. Saat tubuhnya hanya terlilit handuk kecil saja, kulihat payudaranya cukup menonjol keatas yang membuatku nafsu dan seakan ingin melumatnya.

Masih kuingat jelas, peristiwa ini terjadi tanggal 20 desember, saat itu aku sedang maen kerumah Emi. Waktu itu aku maen sekitar jam 12 dan ketrika kuketuk pintu rumahnya yang membukakan adalah Emi kekasihku. Saat itu kulihat Emi menggunakan tengtop merah ketat dan sepertinya tidak menggunakan BH karena kau bisa melihat jelas putting susunya.

“Hai sayang” sapaku

“Hai juga say” jawabnya

“Ehem bajunya bikin anuku berdiri” godaku

Kemudian kupegang toket Emi dan ternyata benar dia tidak memakai BH.

“Uuugggghhhh…” lenguhnya

“Duduk dulu say”

“iya” jawabku

Kemudian Emi pergi kebelakang untuk mengambilkan aku air minum, saat aku sedang duduk menunggu Emi, tiba- tiba tante Rosa masuk kerumah dan menyapaku,

“Eeh…ada nak Edgar” sapanya dan aku hanya tersenyum dan bersalaman dengannya

Dan saat itu tante Rosa hanya memakai daster tanpa lengan. Dapat kulihat keteknya yang sedikit berbulu dan toketnya yang memakai BH warna hitam.

“Dari mana tant” tanyaku

“Ooh ini tante abis dari warung beli keperluan mandi” jawabnya

Saat kami sedang ngobrol, Emi datang membawa segelas air.

“Eeehh mamah, mana sabunnya, aku mau mandi” Tanya Emi

Kemudian tante Rosa memberikan sabun tersebut ke Emi.

“Say, aku mandi dulu ya” ujar Emi

Aku hanya mengangguk dan Emi berlalu kekamar mandi. Aku sedikit jengkel karena Emi mandinya suka lama.

“Tante mau nyuci piring dulu ya nak Ed, kalau mau nonton tv tinggal nyalain sendiri aja atau nak Edgar mau ikut liat tante nyuci piring?? ” kata tante Rosa sambil bercanda,

“Iya tant” jawabku yang kemudian menyalakan tv kemudian kutonton acara FTV

Lagi asyik- asyiknya nonton tiba- tiba hp tante Rosa dimeja berdering. Kulihat siapa yang menghubungi, “Olif” begitu nama yang ada di hp tersebut. Kemudian kubawa hp itu ketempat cuci piring dan kukasihkan ke tante Rosa.

“Tant, ini ada telepon” ujarku

“Waduh dari siapa?” Tanya tante Rosa basa-basi

Saat tante Rosa menelepon, kulihat daster tante Rosa tersingkap sampai paha. Deg deg jantungku berdetak. Mulus bener paha mamah pacarku ini, ingin rasanya kuelus dan kucium paha yang putih itu. Saat aku melamun, tante Rosa membuyarkan lamunanku sambil tersenyum dan berkata, Cerita Sex

“Hayooo liatin apa nak Edgar???”

“Hehehehe, engga tant” jawabku

“Siapa yang menelepon Tant??” tanyaku

“Ooohh itu kakak tante. Dia nyuruh bawa ***** pesenan tante” jawabnya

Saat kami sedang ngobrol, pacarku Emi keluar dari kamar mandi. Emi hanya memakai handuk sampai paha. Payudaranya yang besar seakan akan mau loncat dari dalam handuk tersebut. Emi hanya tersenyum karena sudah tau apa yang aku bayangkan. Kemudian aku kembali lagi keruang TV. Gak lama berselang tante Rosa datang dan langsung masuk kekamar Emi. Entah apa yang mereka bicarakan, namun nampaknya Emi gak senang dengan apa yang disuruh oleh mamahnya. Kemuhdian mereka berdua keluar dari kamar.

“Say, aku mau kerumah Tante Olif dulu ya, mau ngambil pesenan barang mamah” ujarnya

“Mau aku antar gak???” balasku

“Nggak usah, aku sendiri aja, lagian deket kok cuma 15 menitan” jawabnya yang kemudian Emi pergi dengan memakai motorku

Aku kembali termenung menonton TV. Tuk…tuk…tuk…ternyata hujan mulai turun yang lama kelamaan hujan deras pun datang.

“Wah hujan, bagaimana ini cucian tante gak akan bisa dijemur” ujar tante Rosa dan aku hanya tersenyum

“Tante mau mandi dulu ya nak Edgar”

“Iya tant” jawabku

Sekitar 10 menit kemudian tante Rosa keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk dengan lilitan daster dibagian atasnya. Saat dia mau kekamar, ada telepon dari Emi yang memberitahu bahwa dia lagi dirumah tantenya sambil nunggu hujan. Aku melihat tante Rosa nelepon sambil melongo. Lagi- lagi tante Rosa membuyarkan lamunanku.

“Hayo lagi-lagi liatin tante yaaa,masak kamu terangsang liat wanita tua gini” ujarnya

”Aaaahhh…engga tant, meskipun ibu sudah tua tapi tubuh tante masih seksi kok” gombalku

Mendapat jawabanku tante Rosa jadi salah tingkah dan dia langsung masuk kamar. Tiba- tiba,

“Nak Edgar, tolong tante”

Mendengar itu, aku-pun segera masuk kekamar sambil deg-degan jantungku ini. Dan “WOW…” ternyata tante Rosa sedang membelakangiku dengan hanya memakai CD warna pinki dan BH warna pink juga. Namun BH tersebut belum dipakaisepenuhnya.

“Tolong apa tant” tanyaku

“Ini tolong kaitkan tali BH tante” kemudian aku kaitkan tali BH-nya dengan keadaan k0ntolku yang sudah tegang

Tante Rosa masih membelakangiku dan saat aku sedang mengaitkan tali BH-nya, tak sengaja k0ntolku menyenggol pantatnya.

“Iiiihhhh dede nak Edgar nakal”

“Habis tante menggoda siiih” jawabku

Kuberanikan mengesek-gesekan tanganku kebagian sisi toket tante Rosa, kudengar nafasnya semakin tak teratur dan agak berat.

“Ooouuuhh nak Edgaar” lenguhnya

Kemudian tante Rosa membalikan badan dan menariku keatas ranjang dan langsung saja kuciumi bibir tante Rosa.

“Ooohhh…Eegghhhh…Enak nak Edgar…Teruuusss”

Kubuka kembali kaitan BH tante Rosa dan kulempar BH tersebut entah kemana. Hujan diluar masih tetap deras dan membuat nafsuku dan tante Rosa tambah hebat. Kuangkat tangan tante Rosa keatas dan kujilati keteknya yang sedikit berbulu.

“Ooouuhhh…terusssss…terussss…enak sayang enaaakkk”desah tante Rosa

Jilatanku diketek tante Rosa pindah ke toketnya yang indah terus turun dan akhirnya kememeknya. Wangi memek tante Rosa sangat enak, dan kujilati mekinya.

“Oooouuuhhhh…nak Edgar jilat vagina tante…jilat yang kencang sayang” teriaknya

Terus kujilati vagina tante Rosa sambil kucari klitorisnya. Dan saat kusedot klitorisnya tante Rosa berteriak hebat dan membuatku takut kalau terdengar oleh tetangga,

“Oooouuuhhh……..Nikmat sekali” toketnya membusung dan kurasakan lendirnya muncrat

tante Rosa orgasme. tante Rosa tersenyum melihatku yang sedang memandangi tubuhnya sambil aku membuka semua pakaianku, tante Rosa terbelangak saat melihat burungku yang sangat besar. Harus kuakui aku bangga mempunyai k0ntol yang panjangnya 19cm dan diameter sekitar 6cm. Ini juga yang membuat Emi tergila-gila padaku.

“Gede banget burungmu sayang”

Kemudian tante Rosa menarik k0ntolku dan menarik tubuhku keatas ranjang.

“Aku sepong ya sayang burungmu” aku gak menjawab dan tante Rosa langsung memasukan k0ntolku kedalam mulutnya

Rasanya beda sekali saat disepong oleh Emi. Tanganku gak tinggal diam, kuraih toketnya dan kumainkan putting susunya, dan hal ini membuat tante Rosa menjadi belangsatan.

“Tant…aku entot tante sekarang ya” tanyaku

“Iya sayang” jawabnya

Kulebarkan kakinya kemudian kumasukan k0ntolku kedalam vaginanya. Dia melenguh,

“Oooohhhh sayang k0ntolmu Nikmat banget, entotin aku cepet sayang” kata-kata kasar keluar dari mulutnya mungkin karena sedang enak

Dan saat k0ntolku masuk, kembali dia berteriak

“Enaaaaakkkk…..Ooouuuhhhh…”

kemudian kugoyang pinggangku, setelah menggenjotnya sekitar 10menitan, tante Rosa tampaknya akan orgasme lagi,

“Terus sayang teruussss, aku mau muncrat”

Dan tante Rosa mencengkram punggunku hingga rasanya perih punggungku. tante Rosa orgasme yang kedua.

”Tunggu dulu sayang, biarkan aku bernafas dulu, nanti kamu boleh entot aku lagi” ujar tante Rosa dan aku hanya tersenyum

Setelah itu kusuruh tante Rosa mengulum k0ntolku lagi.

“Tant…isep k0ntolku lagi donk” pintaku

“Iya saying…Sinihh”

Kemudian tante Rosa mengulum k0ntolku selama kurang lebih 5menitan. Setelah itu kubalikan tubuh tante Rosa dan kusuruh nungging. Dengan posisi ini aku bisa melihat anus tante Rosa yang sudah bolong dan saat kulihat anus tante Rosa dia berkata,

“Pantatku sudah bolong oleh papahnya Emi sayang, ayo masukin k0ntolmu”

“Aku ingin masukin keanusmu ya tant??”

“Iya, tapi ludahin dulu anusku ya sayang”

Kemudian aku jongkok dan menjilati anus tante Rosa sambil kukorek-korek liang vaginanya.

“Eeeggghhhh…Enaak sayang terusss”

Setelah kuludahi anus tante Rosa lalu kuarahkan k0ntolku kearah anus tante Rosa dan luar biasa, sensasinya jauh lebih enak daripada ngentot vaginanya,

“Oooohhhhh…enak sekali anusmu tant” erangku

Kemudian kuayunkan pinggulnya dan tanganku tidak tinggal diam, kuraih susunya dan kuremas- remas.

“Terus syang terus entot anus tante”

Kulihat dia memainkan klitorisnya sendiri. Sekitar 15menitan kemudian kusudahi posisi ini dan kuangkat tubuh tante Rosa. Kuentot tante Rosa dengan posisi berdiri.

“Sayang…tubuhmu kuat sekali…enak sekali dientot sama kamu” pujinya

Kuarahkan k0ntolku ke vaginanya dan “Bleessssssss….” Kemudian kuentot tante Rosa sambil berdiri,

“Aahh…Uuuhhh…Aaahhh…Uuhhh” desahku

10 menit kemudian tante Rosa menggoyangkan pantatnya sendiri dan membuat k0ntolku kelonjotan.

“Tant…aku mau muncrat…Aahhh…Aahhh…”

“Bareng sama tante sayang” Ayo Tant ayooo..Aahh…Aahh…Aahhhhhhh”

“Iya saying…Aah itillkkkkuuuuuuuu” dan “Crooooot…Crooooooot…Croooooot…” kami berdua muncrat bersamaan

Aku dan tante Rosa terkulai lemas. Diluar hujan masih deras, kemudian tante Rosa pergi ke kamar mandi dan aku mengikutinya dari belakang. Dikamar mandi, kami saling menyabuni.

“Sedot itilku sekali lagi sayang”

Tanpa ampun kusedot lagi vagina dan itilnya sampai tante Rosa terkulai lemas. Kami-pun memakai baju dan menonton TV sambil kuremas susunya dari luar daster yang seksi itu. Sungguh pengalaman yang sangat HOT bagiku. Sampai sekarang aku lebih sering ngentot sama tante Rosa daripada sama pacarku Emi. Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot

Cerita Dewasa Terbaru 2016 – Cerita Sex Terbaru – Cerita Panas Terbaru – Cerita Mesum Terbaru – Foto Bugil Terbaru – Foto Cewek Hot Terbaru – Foto Mesum Terbaru – Cerita Sex Sari Bunga Desa – dan Seputar Dewasa Terbaru 2016
Cerita Sex Sari Bunga Desa
Nama saya Sari, saya berasal dari daerah sebuah kota kecil di Jawa Tengah, dan sekarang saya tinggal di sebuah desa di Demak. Banyak orang yang bilang bahwa saya ini sangat manis dan cantik sehingga banyak pemuda kampung yang sangat menginginkan saya menjadi pacarnya. Sewaktu saya pindah ke Demak usia saya masih 14 Tahun dan masih duduk di bangku SMP. Walaupun umur saya masih kecil tapi badan dan pemikiran saya sudah seperti orang dewasa, dimana saya sudah mengetahui bagaimana berhubungan intim bersama seorang pria, hal tersebut saya pelajari dari Ibu saya yang kala itu berprofesi sebagai “AYAM KAMPUNG”.
Hal pertama yang saya ketahui tentang sex adalah suara rintihan yang diajari oleh ibu saya ketika malam tiba, saya selalu terbangun ketika ada suara rintihan keenakan di kamar ibu saya walaupun lelaki yang meniduri ibu saya tak pernah saya ketahui siapa orangya. Karena setiap pagi menjelang, lelaki yang meniduri ibu saya pasti sudah tidak di kamar bersama ibu saya. Suatu hari saya penasaran apa yang dilakukan oleh ibu saya di kamar dengan pria misterius, maka saya coba mengintip lewat lubang kunci pintu, betapa terkejutnya saya ternyata ibu saya dan pria yang tak saya kenal itu sedang berbugil dan melakukan adegan ranjang yang sangat mengerikan. Tanpa ragu atau takut ketahuan maka saya coba melihat ibu saya menyelesaikan permainannya, seketika itu pula saya merasakan terangsang yang sangat dalam dan susah untuk di katakan.
Mulai hari itu saya pun selalu berhayal melakukan hal yang sama seperti yang ibu saya lakukan, malah saya tidak perlu menyewa vcd porno yang memang waktu itu di daerah ini belum ada. Hampir setiap malam saya mengintip ibu saya bermain ranjang bersama pria yang berbeda-beda pula. Pernah suatu hari saya menanyakan kepada ibu saya siapa pria yang bersamanya, ibu hanya tersenyum dan mengatakan saya akan mengerti suatu hari nanti dan berharap saya cepat besar dan bisa menghasilkan seperti dirinya. Mulanya saya tidak mengerti apa maksudnya.
Selama saya mengintip kelakuan ibu saya tersebut, di rumah saya selalu berdatangan pemuda-pemuda kampung yang menurut saya mereka tidak kalah tampan dan cakepnya dari pria di kota, banyak pria yang menginginkan saya. Kulit saya tidak begitu putih tapi bersih, wajah saya sedap dipandang dan tidak membosankan. sehingga membuat pemuda di kampung saya sangat menginginkan saya. Dari sekian banyak pria yang datang di rumah saya, yang membuat saya tertarik dan yang sangat saya suka adalah anaknya pak Heru yang merupakan orang terpandang di desa saya, namanya Iwan, dia cakep, perhatian dan lemah lembut, juga memiliki 2 lesung pipi yang sangat menawan. Kala itu ia duduk di Bangku SMA kelas 3, anaknya sangat kharismatik dan saya tau bahwa ia sangat menyukai saya. Akhirnya saya terima dia menjadi pacar saya dengan tidak banyak pertimbangan karena saya menyukainya.
Pada awal pacaran saya sangat senang karena orangnya sangat romantis dan senang bercanda, membuat saya semakin tertarik. Sewaktu ia Bermain ke rumah saya dikala ibu saya sedang pergi ke kota, ia mencium saya untuk pertama kali, saya merasakan sangat melayang disaat ia memasukkan lidahnya ke mulut saya dan meremas punggung saya sehingga saya menjadi teringat akan adegan ranjang ibu saya, sehingga terbesit keinginan untuk melakukannya bersama kekasih saya tercinta. Sewaktu ia mencium saya dengan mata tertutup, saya gunakan kesempatan itu untuk membuka pengait Bra saya yang berwarna merah menyala, perlu di ketahui bahwa size bra saya 36A. Lalu saya tuntun tangannya untuk meremas payudara saya yang telah menegang, Iwan semakin lupa diri, ia menyiumi puting susu saya dengan nafsu, saya menggeliat merasakan semua sendi tulang saya terasa kaku, dengan penuh nafsu saya ciumi bibirnya dengan bibir saya yang sensual, dan Iwan semakin menjadi, ia membaringkan saya di sofa ruang keluarga setelah membuka seluruh baju dan bra saya sehingga yang tertinggal hanya rok dan dalaman saya saja.
Untuk beberapa saat saya merasa melayang di buatnya dan ia saat itu masih terbenam di payudara saya yang putih dengan puting susu saya yang kecoklatan. Saya mengerang dan memejamkan mata saat ia menggigit putting saya.
“Eegrhhh… sakit mas! jangan digigit dong” kata saya sambil tersenyum menggoda.
Ia semakin terangsang dan menciumi perut dan pusar saya. perlahan mas Iwan meraba pantat saya karena rok yang saya pakai terkibas oleh gesekan kontolnya. Ia mulai membuka celana saya dan memasukan jarinya ke dalam vagina saya yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus. Awalnya saya risih oleh sikapnya, saya takut akan kehilangan keperawanan saya saat itu, tapi ia menjanjikan bahwa saya tidak akan kehilangan perawanan saya sekarang juga.
Saya lihat kontolnya sudah menegang, lalu saya beranikan diri untuk memegangnya dan meremasnya, seketika itu pula saya merasakan hawa yang lain di sekujur tubuh saya, badan saya seperti terkena siraman es dan saya rasakan kegemasan yang sangat dalam. Tanpa ragu lagi saya kocok kontolnya dengan penuh nafsu persis seprti adegan ranjang ibu saya, saya coba mengikutinya dengan menciumi kepala kontol Iwan agar saya rasakan bagaimana rasanya megulum kepala kontol itu. Mas Iwan semakin menggeliat seperti cacing yang kepanasan, mulai ia membuka celana dalam saya dan menciumi vagina saya dengan lembut, bisa di bayangkan bahwa saya sangat kaget dan merasa ada lagi yang lebih enak dari sekedar elusan dan gigitan puting itu. Saya biarkan ia melakukannya sampai saya benar-benar merasa melayang. Saya semakin menggila saat kontol Mas Iwan semakin mengeras, saya masukan kontol itu kedalam mulut saya sedalam-dalamnya sampai tercekik didalam kerongkongan saya. Awalnya saya mau muntah tetapi tertahan karena Mas Iwan menahan kepala saya agar tetap melakukan hal itu. kami berdua semakin bergairah di kala ujung lidah Mas Iwan memasuki vagina saya, terasa geli dan enak.
“Eehkhh… mas enak… enak mas… terus… terus…” saya tidak kuat menahannya.
“masukan… jarimu mas… masukan… aku udah gak tahan… eemhh… aachhh…!!!” seketika saya mengerang tanda keenakan.
Mas Iwan semakin menggila, saat saya melakukan itu yang ada di bayangan saya adalah adegan ranjang ibu saya, saya semakin terangsang saat memikirkan hal itu, saya pegang batang kontol Mas Iwan saya arahkan ke vagina saya, tapi tertahan karena Mas Iwan takut keperawanan saya akan robek, tapi saya pastikan bahwa hal itu akan saya persembahkan kepadanya sekarang ataupun nanti dan meminta Mas Iwan segera menikahi saya. Dengan langkah pasti Mas Iwan menancapkan batangnya ke vagina saya.
“Eeekhh… mas pelan-pelan… sakit…”
“Tenang Sar… aku jamin gak bakal sakit” kata Mas Iwan Meyakinkan saya.
Lalu ia meludahi bibir vagina saya agar lebih licin katanya. Ketika kontol Mas Iwan masuk, saya membayangkan adegan yang dilakukan ibu saya dengan penuh nafsu sambil bergoyang maju-mundur, saya ikuti. Ternyata Mas Iwan sangat menikmati, maka semakin keras ia malakukan dan semakin hot goyangannya. Ketika pejunya Mas Iwan mau keluar, maka ia keluarkan kontolnya dan didorongnya ke muka saya. Mas Iwan meminta saya untuk menelan cairan spermanya kedalam mulut saya, maka saya turuti sehingga tak satupun sperma yang tertingal dibadan saya.
Akhirnya kami terbaring lemas di sofa sambil tersenyum bahagia. Saya memastikan apakah saya mengeluarkan darah perawan saya pada pertama kali ini, ternyata darah itu sudah bercampur dengan cairan saya sehingga tertumpah di sofa, segera saya bersihkan agar orang rumah saya tidak ada yang tau. Setelah baju kami kenakan masing-masing, Mas Iwan berbaring dipaha saya dengan memasukan jarinya ke vagina saya. Saya menolak dengan alasan ini sudah hampir sore nanti ibu saya pulang dan yang pasti saya tidak mau sampai ketahuan.
Ketika ibu saya pulang, Mas Iwan sudah tidak di rumah saya, dan saya mulai mandi serta membayangkan hal yang baru saja kami lakukan. Dalam hati saya, saya ingin mengulanginya lagi. Tapi tidak setiap hari kami melakukannya, karena di desa saya sangat susah mencari tempat untuk melakukan hal itu dikala siang, maka kami mencari akal agar bisa melakukan itu sesering mungkin. Dan tempat yang sangat pas adalah di tepi pantai yang jaraknya cukup dekat dengan desa saya, karena apabila malam tempat itu sangat gelap sekali sehingga apabila kami melakukan hal itu disana dipastikan tak satu orangpun mengetahui.
Hampir setiap hari saya melakukan di tepi pantai bersama Mas Iwan, malah terkadang sampai 3 kali sehari kami lakukan, misalnya apabila pagi ibu saya tidak ditempat maka saya dan Mas Iwan akan melakukan di rumah, di kamar, disofa, di dapur dan terkadang di kamar mandi, itupun kami lakukan dengan sangat mesra dan malamnya kami pergi ke pantai melanjutkan permainan. Saya sangat menyayangi Mas Iwan sehingga apabila melihatnya saya sangat bernafsu untuk mengulangnya.
Suatu hari pernah saya melakukan itu di kamar dan di ketahui oleh ibu saya. Memang ia tidak langsung nge-gap kami, tapi dari cara ibu saya ia mengetahui bahwa saya dan Mas Iwan pernah berhubungan. Awalnya saya takut ibu akan marah tetapi ibu saya malah mengatakan bahwa apabila ingin puas ibu saya menawarkan obat yang manjur untuk kepuasan dan selalu mewanti-wanti saya agar tidak hamil. Saya kaget tapi akhirnya ibu saya menjadi wanita pertama yang memberikan masukan dalam berhubungan intim. Pernah sewaktu saya sedang di kamar ibu masuk dan menanyakan hubungan saya dengan Mas Iwan, yang pasti menanyakan apakah saya puas dilayani oleh Mas Iwan. Saya kaget tapi saya jawab setakat ini saya cukup puas. Mendengar jawaban saya ibu saya hanya tersenyum dan menawarkan saya untuk mencoba hal yang pasti membuat saya lebih puas.
Akhirnya suatu malam ibu membawa seorang pria datang kerumah saya dan yang pasti tanpa diketahui oleh saya. Malamnya saya mendengar lagi suara rintihan ibu menjerit keenakan karena pria itu. Tak sengaja saya mengintip karena pintu kamar ibu saya tidak terkunci dan akhirnya pintu terbuka, dan ibu saya melihat saya sambil memasang muka cemberut menyuruh saya masuk. Saya risih karena ibu dan pasangannya tidak mengenakan pakaian sama sekali. Saya paksakan masuk sambil memalingkan muka saya. Ibu berbisik ke pria yang mengentotnya sambil tersenyum senang. Akhirnya ibu keluar dari kamar dan membiarkan saya berduaan dengan pria itu.
Dengan sangat berani lelaki hidung belang itu mengatakan bahwa ibu saya rela bila saya dientot oleh lelaki yang menurut saya pantas menjadi bapak saya. Takut ketahuan orang apabila saya menjerit, akhirnya saya tahan saja ketika ia memegang payudara saya, yang pasti sambil meronta agar saya tidak kelihatan sangat pasrah. Perlu diketahui ketika saya mengintip ibu saya beradegan ranjang saya sudah merasakan terangsang yang sangat mendalam, sehingga ketika lelaki itu yang terakhir saya ketahui bernama Ramli menyiumi bibir dan memegang payudara saya, saya sangat bernafsu.
Saya pasrah dan ingin merasakan kenikmatan yang sama ketika ibu saya menikmatinya. Ia menggendong saya ke kasur dan mulai membuka baju saya, menyiumi leher saya, sampai ke payudara saya yang saat itu sudah mengeras. Adegan ranjangnya sangat membuat saya terpukau dan saya yakin dapat membuat saya puas sepenuhnya. Saya goyangkan badan saya mengikuti goyangan badannya, lalu ia memasukan kontolnya yang berukuran besar itu ke dalam vagina saya sehingga terasa robek memek saya saat itu. Saya mengerang kesakitan, lalu ia dengan lihainya membuka lebar kedua kaki saya sambil menggenjot saya dan menyiumi puting saya. diberinya saya kepuasaan lebih dulu, megajari saya berbagai gaya dan memaksa saya menggigit kontolnya.
Ketika ia akan menumpahkan spermanya, segera ia keluarkan dan menjatuhkan kedalam mulut saya. Saya tolak dengan alasan tidak enak, tetapi ia memaksa karena ia sudah membayar mahal ke ibu saya agar saya menelan sperma miliknya. Setelah itu ia segera lemas dengan masih memeluk saya. Cepat-cepat saya keluar dari kamar dan mendapati ibu saya telah berdiri di depan pintu sambil mengatakan,
“Ehm… ternyata kamu berpengalaman juga. Gimana puas gak?”
Dengan santai saya jawab saya puas, tapi lebih puas lagi kalo saya melakukan dengan Mas Iwan. Tidak bisa dipungkiri setelah kejadian itu saya tetap sering melakukan bersama Mas Iwan, tetapi dikala malam saya juga minta dilayani oleh pria yang melayani ibu saya. Mulailah dari situ saya mencari pria yang menyukai saya untuk saya jadikan pelampiasan nafsu saya, Tetapi didalam hati saya, saya sangat menyayangi Mas Iwan.

Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2016, Dan Lain-lain.

3gpbokep.online situs web yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru | Cerita Sex Melepas Perjakaku Dengan Pembantuku
Hallo gaes, kembali admin 3gpbokep.online menghadirkan cerita sex pengalaman pribadi dari kiriman-kiriman pembaca. Admin 3gpbokep.online tentunya akan selalu menghadirkan cerita sex yang selalu terbaru dan terupdate. Bagi pembaca sekalian yang mempuyai pengalaman pribadi dan ingin pengalamannya ditulis di 3gpbokep.online bisa mengirimkan ceritanya lewat email : sexbirahi@gmail.com.
Karena kesibukan orang tuaku dengan segala urusan kerjanya, membuat pekerjaan rumah menjadi terbengkalai. Rumah setiap hari berantakan dan sering juga kotor. Aku sangat gak nyaman sekali dengan keadaan rumah yang kotor, kemudian kusarankan pada kedua orangtuaku untuk mencari seorang pembantu dan kedua orantuaku pun akhirnya menyetujui saranku. Sekitar 4 hari kemudian, ada seorang perempuan datang kerumah. Sekejap kuamati sekujur tubuhnya dari kepala sampai ujung kakinya. Waktu itu perempuan itu menggunakan baju yang cocok dengan orang desa, namun kulihat kulitnya sangat putiih bersih sekali. Tubuhnya-pun juga seksi, pinggangnya ramping dan juga raut wajah yang jika sedikit dipoles disalon bakal bisa ngalahin orang kota.

Kemudian perempuan itu memperkanalkan dirinya, namanya Aini, usianya sekitar 29 tahunan. Dia mempunyai body yang seketika itu membuat aku langsung tertarik. Aini memiliki tinggi 167cm dengan berat badan sekitar 56kg, membuat tubuhnya terlihat sangat seksi dan nampak ideal. Selain itu Aini juga memiliki gundukan gunung kembar yang cukup besar, kutafsir sekitar 36B. Setelah mamah menjelaskan semua tanggung jawabnya dirumahku, Aini-pun mulai bekerja.

Cerita Sex Melepas Perjakaku Dengan Pembantuku



Hari demi hari Aini bekerja seperti biasa, namun perasaanku berkata lain. Tiap hari kuamati Aini ketika sedang bekerja, aku menjadi nafsu saja dan jujur aku suka dengan pembantuku Aini itu. Sementara kedua ortang tuaku setelah mempunyai pembantu dirumah, pekerjaannya bertambah sibuk, bahkan mereka sering keluar kota untuk mengejar tender pekerjaannya. Hingga aku sering dirumah berdua saja dengan pembantuku. Saat kedua ortuku sedang diluar kota hingga beberapa, aku juga sering bolos sekolah hanya untuk menikmati pemandangan tubuh Aini yang seksi ketika sedang bekerja. Sesekali aku juga nekat mengintip Aini ketika mandi hanya untuk bisa melihat tubuh molek Aini tanpa sehelai benangpun.

Sekitar 2 bulan lebih aku jarang berbicara dengan Aini, aku hanya bisa memendam perasaan suka ku ini dan rasa inginku berhubungan sex dengannya. Unutk melampiaskan nafsuku dengan Aini, aku hanya bisa menonton video porno sambil membayangkan tubuh molek Aini yang berakhir dengan aku mengocok. Begitu selesai ngocok, aku terus mencari keberadaan Aini dan setelah mendapatinya, kupandangi terus tubuhnya yang seksi dan molek itu.

Melihat tubuh Aini yang masih singset dan rapet itu, aku berpikiran kalau Aini pasti masih perawan. Selain itu Aini juga dari desa yang jauh dari pergaulan bebas seperti dikota, membuat aku berpikir lagi kalau Aini sangat cocok denganku yang masih perjaka. Sejenak dengan sambil memandangi tubuh Aini aku berpikir unutk mengajak Aini berhubungan sex, namun pikiranku kembali lagi, aku takut kalau Aini menolak ajakanku dan malah melaporkannya kepada kedua ortuku malah jadi berabe. Kemudian kurungkan saja niatku untuk ngajak Aini ngentot.

Semakin hari gairahku untuk merasakan hubungan sex dengan Aini semakin besar dan pikiran itu semkain menyelimuti otakku. Hingga suatu malam, kedua orang tuaku hendak pergi keluar kota selama seminggu dan sebelum orangtuaku pergi, dia berpesan kepada Aini untuk mengurus rumah dengan baik dan juga mengurusku. Aini diperintah untuk mengurus segala keperluanku dan segala keinginanku selama kedua orangtuaku pergi. Mendengar mamah berpesan seperti itu pada Aini, sontak aku sangat gembira. Dan aku langsung berpikir dengan kesempatan ini, aku pasti bisa ngajak Aini unutk berhubungan sex.

Pagi harinya kedua orangtuaku pun bergegas menuju luar kota dan aku sendiri pun bergegas menuju sekolahan. Namun sesampainya disekolah, aku snagat tidak nyaman sekali, pikiranku melayang membayangkan Aini yang sedang dirumah sendirian. Aku membayangkan hal-hal yang tidak-tidak ketika pelajaran hingga akal bulusku keluar. Disekolah aku pura-pura sakit, dan setelah jam istirahat tiba, aku mendatangi wali kelasku dan aku minta ijin untuk pulang. Dengan wajahku yang menyakinkan, wali kelasku-pun mengijinkanku untuk pulang. Dan kemudian aku pun langsung bergegas pulang dengan rasa sangat gembira.

Tak berapa lama akhirnya aku sampai dirumah, waktu aku sampai dirumah aku kaget melihat penampilan dari Aini yang berpakaian sangat seksi sekali. Dia hanya memakai tengtop strit dan androk menerawang saja. Aku sangat kagum dengan lekuk tubuhnya yang sangat molek. Setelah aku masuk rumah aku terus memandangi tubuh molek Aini, aku pikir Aini pasti tau kalau aku memandanginya, namun yang aku heran Aini bersikap biasa saja seakan sudah terbiasa. Birahi Sex ku langsung keluar. Namun aku masih menahannya, kucoba mengumpulkan segala keberanianku dulu.

Sampai akhirnya malam-pun tiba, kuberanikan diri untuk masuk kedalam kamarnya yang sangat harum sekali. Kreeekkk..Aini kulihat tertidur pulas. Jantungpun semakin tidak menentu dengan pikiran-pikiran jahat yang telah terlintas dibenak. Akupun perlahan mengendap-endap mendekatinya. Aini malam itu mengenakan pakaian tidur tipis warna merah. Cerita Sex

Aini tidur terlentang, hingga memudahkan aku memulai aksiku. Kuelus wajahnya yang cantik dan mulus itu dan aku tertarik untuk memegang buah dadanya yang terlihat putting susunya, karena Aini sepertinya tidak mengenakan BH malam itu. Kubuka perlahan kancing bajunya dan merentangkannya lebar-lebar dan nampaklah payudaranya yang sangat kencang berisi, putting susunya berwarna merah kecoklatan pun terlihat jelas. Aku-pun semakin tak karuan, nafas dan detak jantung, semuanya. Kemudian kucoba menurunkan celana pendeknya, berhubung dipinggang hanya berbahan karet elasti, jadi mudah bagiku untuk menurunkannya.

Wooww..Aku terkejut ternyata Aini gak memakai CD, nampaklah vagina dengan jembut yang sangat sangat jarang dan nampak gak pernah dicukur itu, sangat bersih dan mulus kelihatannya. Berhubung warna kulitnya adalah sangat putih, v4ginanya berwana merah. Itu pertama kali kulihat v4gina secara langsung, namun berkeinginan untuk meneruskan aksiku malam itu. Mumpung Aini-pun masih terlelap, jadi kenapa tidak melanjutkan pekerjaan setengah jalan ini? Aku pun mulai memegangi putting susunya, payudara dan v4gina yang kudambakan itu secara berurutan. Mulus sekali tubuh Aini yang membuat burungku semakin berasa terbang. Lama kelamaan vaginanya menjadi basah dan sangat hangat. Terkagetlah Aku saat Aini tersadar dan duduk sambil bertanya.

“mas Ardi, sedang apa? kenapa Aku jadi begini??”ujarnya

“Aa..aa..anu.. emm.. ” Aku terbata-bata tak bisa menjelaskan

“kamu mau apa? mau memperkosa aku?” tanyanya lagi

“maaf, aku gak bermaksud begitu, tadinya cuma…cuma…” jawabku.

“cuma terangsang?? habis nonton film jorok kan tadi?” tanyanya

Dan akupun terkaget, ternyata Aini tahu aku tadi menonton film porno.

“Aku tahu kok dan aku sering ikut lihat secara diam-diam” tambahnya

“Maaf, aku tadi cuma penasaran ingin melihat secara langsung apa yang ada didalam film itu, cuma mau lihat v4gina saja, sebab aku belum pernah” aku menyela

“Yaudah gak papa” jawabnya tanpa membetulkan pakaiannya yang terbuka

“Kalau mau, aku tak papa telanjang buat mas Deni, bahkan melayani lebih-pun tak jadi masalah buatku” tambahnya

“Namun aku memiliki permintaan, aku ingin memberi hadiah buat keluargaku untuk akhir tahun ini” pintanya

“Apa itu?” tanyaku”

“Aku ingin memberi uang lebih dari gajiku untuk makan dan beli baju baru buat keluargaku” jawabnya.

Dan Aku pun menyanggupi permintaannya dengan mempergunakan uang tabunganku. Aini bersedia untuk melepaskan seluruh pakaian tanpa terkecuali dan melayaniku. Akupun meminta untuk eksekusi didalam kamar tidurku saja. Aini-pun mengiyakan. Sesampainya dikamarku, Aini yang telah tidak berpakaian itu membantuku melepaskan pakaianku sepenuhnya hingga kami berdua-pun telanjang bulat. Berbaringlah Aini diatas ranjang dan dia berkata “silahkan mas” ujarnya sembari meletakkan kedua tangannya pada selngakngannya dan membuka lubang mem3knya yang merah merona. Aku pun menghampiri tanpa basa-basi, mungkin karena iblis telah merasuk dan menguasai tubuhku. Aku yang belum pernah melihat v4gina secara langsung, sekarang ditantang untuk melakukan hubungan sex layaknya spasang suami istri.

Aku mengawali dengan mengecup bibirnya yang merah kecoklat mudaan. Sembari meremasi toketnya dan mengelus putting susunya yang keras. Kemudian turun mengecup leher, turun ketoket lagi dan menjilati bagian putting susunya. Aini-pun mendesis “Aaaaahh,, mass” ciumanku turun keperut dan berlanjut kepinggir vaginanya. Awalnya aku ragu untuk melakukan ini, karena dalam pikiranku v4gina itu bau, ternyata beda dengan barang milik Aini. Harum, mungkin sewaktu dia kekamar mandi dia mengenakan pembersih vaginba. Aku mulai menciumi bibir v4ginanya, sampai membuat dia menjambak rambutku. Sembari mendesah keras. “Aaaaaahhh..Aaauuuuhhh..” Aku mulai mejilat lubang vaginanya yang sudah sangat basah itu.

“Aawww.. Ahhh.ahh.aaahhh..Oooouuuhhhh..” desah Aini

”Mas Deni, setubuhi aku sekarang ya. Aku sudah gak kuat” pinta Aini

Tanpa ragu, Akupun mengarahkan k0ntolku yang berukuran 19cm menuju lubang memek Aini, kutancapkan kepala k0ntolku secara perlahan, namun tak muat, curiga, dia masih perawan, dan… blessss.. “Aaaarrggghhh…” teriaknya nikmat namun kesakitan. Ternyata bernar, Aini masih perawan.

“Bentar mas.. sakit.. Ooouuuhhhh…” pintanya

Aku-pun mengehentikan aksiku sejenak.

“lagi mas” pintanya lagi

Dan pada saat itu kubenamkan seluruh k0ntolku kedalam vaginanya. Berayun berirama keluar masuk dinding mekinya yang sangat becek dan semakin kencang aku mengocok terdengar sekali suara becek tersebut.

“Ahhh…Aahh..Aahhh..Eemmm..Oooohhh… Mas Deni.. Uughhhh..” desahan demi desahan keluar dari bibir mungil Aini.

“Aku mau keluar” kataku

“Lepasin mas, jangan keluarin didalam, berbaring yah” pintanya

Aku pun melepaskan kenikmatan pertamakaliku tersebut dan berbaring sesuai mintanya. AIni menghampiri k0ntolku dan mengocoknya secara telaten, sangat nikmat.

“Mau keluar” kataku

Aini-pun berbalik badan berposisi 69, membuka mulutnya dan menghisap k0ntolku. Dan beberapa detik kemudian “Crooooott……Crottt……Croooottttttttttttttttt…….” sperma keluar begitu nikmatnya sambil melihat vagina indah Aini yang merekah setelah berhubungan itu persis didepanku indah sekali.

“Aku mau mandi dulu ya mas” ujarnya

Akupun mengiyakan namun hanya terbaring lemas seperti dikuras habis tenaga, seselesainya pertandingan dengan Aini yang memakan waktu lebih dari 20 menit. Sayang Aini tidak mempersilahkan aku menuju ronde kedua. Aini-pun beranjak dari kamarku dan mandi. Seorang Aini bisa sangat telaten berhubungan intim, padahal dia masih perawan. kok bisa yah? tanyaku dalam hati ternyata menurut pengakuannya, dia sering melihat aku menonton film porno dan ikut memperhatikan dan itu membuatnya sangat terangsang untuk berhubungan dan berkeinginan untuk menirukannya pada malam itu.

Keperjakaanku-pun hilang seiring hilangnya keperawanan pembantuku Aini yang cantik dan langsing. Namun tak disesali karena kenikmatan pertamaku sangatlah luar biasa. Dilain haripun kami sering melakukannya disaat rumah ditinggal ortuku keluar kota. Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot

Kumpulan foto bugil, foto telanjang, pamer memek, memek mulus, bulu memek, memek sempit, memek gatel, abg lagi ngentot dan ciuman, foto tante ngentot, tante gatel, foto hot abg, foto bugil abg bispak dan tante girang dan ada juga foto memek besar kontol besar dan cerita dewasa panas hot bagi yang belum dewasa silahkan meninggalkan blog ini karena melihat foto bugil tante girang dan foto bugil telanjang ABG bispak, abg nyepong, abg ngemut kontol tidak dibenarkan !!

foto foto tante cewek silvi bugil pamer memek ngentot hisap zakar mastubasi!


Tante Silvi Keenakan Ngentot 1Tante Silvi Keenakan Ngentot 2Tante Silvi Keenakan Ngentot 3Tante Silvi Keenakan Ngentot 4Tante Silvi Keenakan Ngentot 5

3gpbokep.online situs web yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru | Cerita Sex Perawan Pilihan Om Arman
Hallo gaes, kembali admin 3gpbokep.online menghadirkan cerita sex pengalaman pribadi dari kiriman-kiriman pembaca. Admin 3gpbokep.online tentunya akan selalu menghadirkan cerita sex yang selalu terbaru dan terupdate. Bagi pembaca sekalian yang mempuyai pengalaman pribadi dan ingin pengalamannya ditulis di 3gpbokep.online bisa mengirimkan ceritanya lewat email : sexbirahi@gmail.com.
Arman adalah adik kandung papahku yang dimana aku memanggilnya adalah om. Om Arman ini adalah seorang wirausaha yang sangat sukses. Sejak dia ber-wirausaha sampai sekarang om sudah mempunyai sebuah rumah yang sangat mewah dan juga banyak mobil. Tapi dibalik kesuksesannya itu, diumurnya yang sudah menginjak 40 tahun itu, dia belum juga menikah. Aku sempet kasihan dengan nasib omku, namun mau gimana lagi. Mau kucarikan teman-temanku ya gak mungkin, karena kebanyakan temanku umurnya masih 25 tahunan.

Aku mengetahui semua cerita tentang omku itu dari papahku. Karena saat itu aku sedang liburan, maka aku disuruh maen kerumah omku Arman. Selain hanya sekedar maen, papah juga ingin kedekatanku dengan omku itu tetap terjaga. Setelah berkemas-kemas, aku-pun langsung menuju rumah om Arman.

Cerita Sex Perawan Pilihan Om Arman



Tiba dirumah om Arman, aku disambut om dengan riang gembira, mungkin karena om kangen denganku yang sudah cukup lama gak maen rumahnya. Setelah dipeluknya, aku pun disuruh masuk kedalam rumahnya. Kulihat suasana rumah om sangat rapi sekali, yang menjadikanku bertanya pada om,

“Om, apa nanti ada acara dirumah??? kok rapi sekali gini” tanyaku

“Iya Wis, nanti aka nada tamu speseial yang datang kerumah, maka om menyiapkan segala sesuatunya agar terlihat perfect” jawab omku

Aku langsung berpikiran kalau tamu spesial omku ini pasti seorang wanita. Dan benar dugaanku, tak lama berselang, datanglah seorang wanita yang umurnya kutafsir sekitar 28 tahunan dengan baju yang sangat rapi tapi terlihat sangat seksi sekali. Lekuk tubuhnya terlihat melekuk sangat indah sekali. Buah dadanya juga lumayan besar yang kukira sekitar 36B ditambah dengan pantatnya yang bulat menghiasi rok yang membalutnya. Sungguh aku langsung terpesona melihat kecantikan dan keseksian gadis itu.

Terus kupandangi wanita itu sebelum aku tau namanya dan ternyata wanita itu juga memandangiku. Hingga akhirnya omku mengenalkannya kepadaku dan kami-pun berjabat tangan dan dia mengenalkan dirinya dengan nama Reni. Sungguh sangat cocok sekali nama dengan perawakannya yang sangat menawan dan menggairahkan.

Setelah berkenalan, om kemudian mengajak kami untuk makan. Sambil makan Reni terus memandangiku. Aku takut kalau sampai omku tau aku merasa gak enak dengannya. Namun gak demikian halnya dengan Reni. Dia lebih sering memandangku, terutama saat aku berbicara, kurasakan tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. Aku mulai berpikir jangan-jangan Reni lebih menyukaiku. Namun aku gak dapat berharap banyak, soalnya bukan aku yang hendak dijodohkan. Namun aku tetap saja memandangnya saat dia sedang berbicara, kupandangi dari ujung rambut sampai ujung kaki, rambutnya panjang, kulitnya putih bersih, kakinya juga putih mulus, payudaranya juga menyembul yang membuatku semkain lama semakin nafsu melihatnya.

setelah amakan selesai, gak terasa hari sudah mulai malam. Lalu sebelum pulang, omku mereka makan disebuah restoran mewah didekat rumahnya. Saat sampai diresto tersebut, aku langsung pergi ke kamar mandi dulu karena aku sudah kebelet. Sebelum aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. Yang ternyata adalah Reni.

“Eeeehhh…ada apa Ren???” tanyaku

“Gak ada papa kok, aku Cuma pengen kasih kartu namaku, besok jangan lupa telpon aku, ada yang mau aku omongin, oke?” jawabnya

“Kenapa enggak sekarang aja???” tanyaku lagi

“Jangan, ada ommu, pokoknya besok jangan lupa telpon aku” ujarnya

Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang kerumah dengan seribu satu pertanyaan diotakku, apa yang mau diomongin sama Reni sih. Namun aku gak mau pikir panjang lagi, lagipula nanti aku bisa-bisa susah tidur, soalnya kan besok harus masuk kerja.

keesokan harinya ketika istirahat makan siang, aku meneleponnya dan bertanya langsung padanya.

“Eeehhh…apa sih yang mau kamu omongin, aku penasaran banget niiih??” tanyaku

“Eee, penasaran ya Wiiss???” balasnya

“Iya lah, ayo dong buruan!” suruhku yang semakin penasaran

“Eh, santai aja lagi, napsu amet sih kamu” balas Reni

“Baru tahu yah, nafsu aku emang tinggi” balasku

“Nafsu yang mana nih?” Reni Nampak seperti memancingku

“Nafsu makan donk, aku kan belum sempat makan siang” jawabku dengan candaan

Aku sempat emosi juga rasanya, sepertinya dia tidak tahu aku ini orang yang sangat menghargai waktu, terutama jam makan siang, soalnya aku sambil makan dapat sekaligus main internet ditempat kerjaku, karena waktu itu pasti bosku pergi makan keluar, jadi aku bebas surfing diinternet, gratis lagi.

“Yaudah, aku cuma mau bilang bisa gak kamu keapartmentku sore ini abis pulang kerja, soalnya aku pengen ngobrol banyak sama kamu” ujar Reni

Aku tidak habis pikir, nih orang kenapa gak bilang kemarin saja.

“Kenapa gak kemarin aja siiih bilangnya?” tanyaku

“Karena aku mau kasih surprise buat kamu” kata Reni manja

“Alaaaahhh…gitu aja pake surprise segala, yaudah entar aku ketempat kamu, sekitar jam 6, alamat kamu dimana?” tanyaku

“Nih catet yah, apartment XX, lantai 5 , pintu no. 57, jangan lupa yah!” jawab Reni

“Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”

“Bye-bye Wis”

Sesudah telepon terputus, kemudian aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, kemudian pikiran nakalku mulai bekerja. Apa bisa aku menyentuhnya nanti, tetapi langsung aku berpikir tentang omku, bagaimana kalau nanti ketahuan, pasti gak enak dengan omku. Kemudian aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku. Cerita Sex

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, sudah waktunya nih, pikirku. Kemudian aku-pun mulai memacu mobilku ketempat Reni. Lumayan dekat dari tempat kerjaku. Sesampainya disana, aku pun langsung menaiki lift kelantai yang diberitahukan. Begitu sampai dilantai tersebut, aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya.

Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah Ren..??”

Reni tersentak kaget “Wah aku kira siapa, pake tepuk segala”

“Kamu kan kasih surprise buat aku, jadi aku juga mesti kasih surprise juga buat kamu” ujarku

Kemudian dia mencubit lenganku “Nakal kamu yah, awas nanti!”

“Siapa takut, emang aku pikirin!” jawabku selewengan

“Ayo masuk Wis, santai aja, anggap aja rumah sendiri” kata Reni setelah pintunya terbuka

Saat aku masuk, aku langsung terpana dengan apa yang ada didalamnya, kulihat temboknya berbeda dengan tembok rumah orang-orang pada umumnya, temboknya dilukis dengan gambar-gambar pemandangan diluar negeri. Reni sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Namun hebat juga kalau cuma kerja sebagai sekretaris mampu menyewa apartment. Jangan-jangan ini cewek simpanan, pikirku.

Sambil aku berkeliling, Reni berkata “Mau minum apa Wis?”

“Apa aja deh, yang penting bukan racun” kataku bercanda

“Ooohhh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh” kata Renisambil tertawa

Sementara Reni sedang membuat minuman, mataku secara tidak sengaja tertuju pada rak DVD nya, saa kulihat satu persatu, ternyata lebih banyak film porno. Aku tidak sadar saat dia sudah kembali, tahu-tahu ia nyeletuk,

“Wis…kalo kamu mau nonton, setel aja langsung..!”

Aku tersentak saat Reni ngomong seperti itu.

“Apa aku gak salah denger nih..?” kataku

“Kalo kamu merasa salah denger, yah aku setelin aja deh sekarang..!” jawab Reni

Kemudian Reni-pun mengambil sembarang film lalu disetelnya. Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa dia gak tahu kalau aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini.

“Duduk sini Wis, jangan bengong aja, kan udah aku bilang anggap aja rumah sendiri..!” kata Reni sambil menepuk sofa menyuruhku duduk

Lalu aku-pun duduk dan nonton disampingnya, lumayan lama kami terdiam menyaksikan film panas itu, sampai akhirnya aku-pun buka mulut,

“Eh Ren, tadi ditelpon kamu bilang mau ngomong sesuatu, apa sih yang mau kamu ngomongin..?”

Reni gak langsung ngomong, Namun dia malah menggenggam jemariku, aku gak menyangka akan tindakannya itu, namun aku-pun tidak berusaha untuk melepaskannya. Agak lama kemudian baru dia ngomong, pelan sekali,

“Kamu tau Wis, sejak kemarin bertemu, kayaknya aku merasa pengen menatap kamu terus, ngobrol terus. Wis, aku suka sama kamu.” Ujarnya lirih

“Namun kan kemarin kamu dikenalkan keomku, apa kamu gak merasa kalo kamu itu dijodohin keomku, apa kamu gak lihat reaksi omku kekamu..?” jawabku

“Iya, tapi aku gak mau dijodohin sama ommu, soalnya umurnya aja beda jauh, kupikir-pikir, kenapa hari itu bukannya kamu aja yang dijodohin keaku..?” jelas Reni sambil mendesah

“Aku sebenarnya juga suka sama kamu, namun aku gak enak sama omku, nanti dikiranya aku kurang ajar sama yang lebih tua” jelasku

Reni diam saja, demikian juga aku, sementara itu film semakin bertambah panas, tapi Reni gak melepaskan genggamannya. Kemudian secara tidak sadar otak pornoku mulai bekerja, soalnya kupikir sekarang kan gak ada orang lain. Kemudian mulai kuusap-usap tangannya, kemudian dia menoleh padaku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dengan pelan,

“Reni, aku cinta kamu”

Reni gak menjawab, namun memejamkan matanya. Kupikir ini saatnya, kamudian perlahan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya. Reni-pun kemudian membalasnya sambil memelukku erat-erat. Tanganku tidak tinggal diam berusaha untuk meraba-raba payudaranya, ternyata cukup besar juga. Reni menggeliat seperti cacing kepanasan, mendesah-desah menikmati rangsangan yang diterima pada toketnya.

Kemudian aku berusaha membuka satu persatu kancing bajunya, kemudian kuremas-remas toketnya yang masih terbungkus BH itu.

“Aaahh…buka aja BH-nya Wis, cepat.., oohh..!” desah Reni

Kucari-cari pengaitnya dibelakang, kemudian kubuka. Wah, ternyata lumayan juga, masih padat dan kencang, dan cukup besar. Langsung kusedot-sedot putting susunya.

“Eeeeesshh..Oouuuhhh.. aduhh.. Wiiiss.. nikmat sekali lidahmu.., teruss..!” desah Reni

Setelah bosan dengan toketnya, kemudian kubuka seluruh pakaiannya sampai telanjang bulat. Reni juga tidak mau kalah, Reni juga melepaskan semua yang kupakai. Untuk sesaat kami saling berpandangan mengagumi keindahan masing-masing. kemuhdian dia menarik tanganku menuju kamarnya, namun aku melepaskan pegangannya kemudina menggendongnya dengan kedua tanganku.

“Aaaoouuww Wiiss, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menggeliat manja melingkari leherku

Sampai didalam kamar, perlahan kuletakkan Reni diatas ranjangnya, kemudian kutindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dengan mesranya sambil berpelukan erat. Kemudian mulutku mulai turun kepayudaranya, kujilat-jilat dengan lembut yang membuat Reni mendesah-desah nikmat. Gak lama aku bermain didadanya, mulutku perlahan mulai menjilati turun keperutnya, Reni menggeliat kegelian.

“Aduh Wis, kamu ngerjain aku yah, awas kamu nanti..!”

“Tapi kamu suka kan? Geli-geli nikmat..!”

“Udah ah, jilati aja vaginaku Wis..!”

“Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”

Langsung saja kubuka pahanya lebar-lebar, dan tanpa menunggu lagi langsung saja kujilat-jilat itilnya yang sebesar kacang kedele. Nadine menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan liar seakan-akan gak mau kalah dengan permainan lidahku ini.

“Oohh…Eesshh…Aaaouuw…Uuuhh…teeruss.., lebih dalemm, oohh.. nikmat sekali..!” desah Reni

Cukup lama juga aku bermain di itilnya sampai-sampai terlihat banjir disekitar memeknya.

“Wis, masukkin aja k0ntolmu kelobangku, aku udah enggak tahan lagi niiiih..!” pinta Reni

Dengan segera kuposisikan diriku untuk menembus memeknya, namun saat kutekan ujung k0ntolku, ternyata gak mau masuk. Aku baru tahu ternyata Reni masih perawan.

“Reni, apa kamu tidak menyesal perawan kamu kuambil..?” tanyaku

“Wis…aku rela kalau kamu yang ngambil perawanku, bagi aku didunia ini cuma ada kita berdua aja” jawabnya

Tanpa ragu-ragu lagi langsung kutusuk k0ntolku dengan kuat, rasanya seperti ada sesuatu yang robek, mungkin itu perawannya, pikirku.

“Aduuuuuh sakit Wis…tahan dulu..!” kata Reni menahan sakit

Sejeanak aku-pun diam, kemudian kucium mulutnya untuk meredakan rasa sakitnya. Beberapa menit kemudian dia terangsang lagi, kemudian tanpa buang waktu lagi kutekan pantatku sehingga batang k0ntolku masuk semuanya kedalam memeknya.

“Pelan-pelan Wis, masih sakit nih..!” katanya meringis

Kugoyangkan pinggulku pelan-pelan, lama kelamaan kulihat Reni mulai terangsang lagi. kemudian gerakanku mulai kupercepat sambil menyedot-nyedot putting susunya. Kulihat Reni sangat menikmati sekali permainan ini.

Gak lama kemudian Reni mengejang,

“Wiiisss… aa.. akuu.. mau keluuarr.., teruss.. terus.., aahh..!”

Aku pun mulai merasakan hal yang sama,

“Reeenn……aku juga mau keluar, didalam atau di luar..?”

“Keluarin didalem aja Sayang.. Oooohh.. Aaahh..!” katanya sambil kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku dan terus menggoyangkan pantatnya.

Tiba-tiba dia menjerit histeris, “Oohh.. sshh.. sshh.. sshh..” yang ternyata Reni sudah keluar, aku terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga menyentuh ke dasar liang senggamanya.

“Sshh.. aahh..” dan “Aagghh.. Crooooott..Crooooott..Crooooooootttttttt..!”

Kutekan pantatku hingga batang k0ntolku menempel kedasar liang kenikmatannya dan keluarlah pejuhku kedalam liang vaginanya. Saat terakhir spermaku keluar, aku-pun merasa lemas. Walaupun dalam keadaan lemas, tidak kucabut batang k0ntolku dari memek Reni, melainkan menaikkan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas aku dapat melihat bagaimana penisku masuk kedalam mekinya yang dikelilingi oleh jembutnya yang menggoda. Kubelai bulu-bulu itu sambil sesekali menyentuh klitorisnya.
“Sshh.. aahh..!” hanya desahan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu.

Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. Kami saling berpelukan selama kira-kira satu jam sambil saling meraba. Kemudian Reni berkata kepadaku,

“Wis…mudah-mudahan kita bisa bersatu seperti ini Wis, aku sangat sayang padamu”

Sejenak aku terdiam, kemudian kubilang begini,

“Aku juga sayang kamu, namun kamu mesti janji gak boleh meladeni pamaku kalo dia nyari-nyari kamu” jawabku

“Oke boss, siap laksanakan perintah..!” katanya sambil memeluku lebih erat

Sejak saat itu, kami menjadi sangat lengket, tiap malam minggu selalu kami bertingkah seperti suami istri. Gak hanya diapartmentnya, kadang aku datang ketempat kerjanya dan melakukannya bersama di kamar mandi, tentu saja setelah semua orang sudah pulang. Kadang Reni juga ketempat kerjaku untuk minta jatahnya. Katanya omku sudah gak pernah mencarinya lagi, soalnya tiap kali Reni ditelpon, yang menjawabnya adalah mesin penjawabnya, kemudian gak pernah dibalas Reni, mungkin akhirnya omku jadi bosan sendiri.

Aku dan Reni sering jalan-jalan ke Mall, untungnya gak pernah bertemu dengan omku itu. Sampai saat ini aku masih jalan bersama, namun saat kutanya sampai kapan mau begini, Reni gak menjawabnya. Aku ingin sekali menikahinya, namun sepertinya Reni bukan tipe cewek yang ingin punya keluarga. Tapi lama-lama kupikir, tidak apalah, yang penting aku dapat enaknya juga. Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot

Cerita Dewasa Terbaru 2016 – Cerita Sex Terbaru – Cerita Panas Terbaru – Cerita Mesum Terbaru – Foto Bugil Terbaru – Foto Cewek Hot Terbaru – Foto Mesum Terbaru – Cerita Sex Devi Kekasihku – dan Seputar Dewasa Terbaru 2016
Cerita Sex Devi Kekasihku
Sudah lama saya tidak bertemu dengan Devi, karena perusahaan tidak membolehkan saya pulang selama masa training itu. Setahun kemudian saya pulang, tapi sengaja saya tidak memberitahunya supaya ada kejutan. Sampai di pelabuhan, saya lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta api, lalu saya masuk ke dalam kereta eksekutif jurusan kota kelahiran saya lalu duduk di kursi yang berada dibelakang, saya melamunkan Devi sambil melihat keluar dari jendela kereta sehingga tanpa terasa ada seorang penumpang bertanya,
“Maaf Mas apa kursi ini kosong?” tanya suara itu.
Saya terkejut. Oh Tuhan rupanya saya melamun cukup lama tadi itu, gumamku dalam hati. Belum habis rasa terkejut saya, saya tersentak ketika saya memalingkan kepada seraut wajah itu.
“Kaa.. kamu.. Dev!” teriakku demikian pula gadis itu.
“Mass..” sahut gadis itu yang ternyata adalah Devi dan ia tidak dapat membendung air matanya dan jatuhlah ia dalam pelukan saya.
“Aku kangen kamu Dev!” saya membuka perbincangan kami berdua.
“Aku juga kangen Mas!” bisiknya sambil merebahkan pundaknya di bahu saya.
Rupanya Devi baru saja akan pulang dari tempat saudaranya yang sedang sakit di kota itu. Saya yang sudah terangsang sekali karena setahun tidak ketemu dia langsung melumat bibirnya yang paling saya sukai itu, dan desahannya semakin menjadi saat ujung lidah saya memainkan belakang kupingnya. Saya mengambil kedua pahanya dan saya tumpukan pada paha saya sementara kepalanya bersandar pada bantal. Tepat disela-sela pantatnya batang kemaluan saya yang sedari tadi bangkit dan menyembul mendorong celana jeans saya.
Takut desahannya terdengar penumpang lain, saya buru-buru menyumpali bibirnya dengan bibir saya. Tangan saya dibimbingnya menuju busungan dadanya. Tanpa diperintah saya menelusupkan tangan saya ke kedua bukitnya yang kenyal itu.
“Mass! aku kangeen banget sama mas” bisiknya saat saya mulai mengecup mesra putingnya.
Saya mengambil bantal satu lagi dan saya sandarkan di leg-rest dekat jendela. Dia menjambak rambut saya amat kuat saat putingnya saya gigit-gigit. Sementara puting satunya saya pilin dengan telunjuk dan jempol saya. Badan saya mulai hangat, demikian pula tubuh Devi semakin menggelinjang tak karuan. Saya masih saja memberikan sensasi kenikmatan pada kedua putingnya yang masih kenyal dan ternyata itu merupakan titik didihnya.
Saya menyedot kencang payudaranya hingga tenggelam setengahnya di mulut saya, ia menggelinjang pelan. Ia menggosok-gosok kedua pahanya dan celana panjangnya mulai lembab oleh cairan vaginanya. Sesaat kemudian saya pelorotkan celana panjangnya serta CD-nya dan Devi makin menggelepar hebat dan secepat kilat saya mencium rambut-rambut di bawah pusarnya, hhmm.. harum sekali. Tiba-tiba kepala saya ditekannya menuju lubang kewanitaannya dan saya bagai kerbau di congok menuruti saja apa yang ia inginkan. Sementara jari tengah saya memainkan liang kemaluannya. Saya tusuk pelan-pelan dan saya keluar-masukkan dengan lembut.
Devi semakin tak menguasai dirinya dan mengambil bantal untuk menutup mulutnya dan saya hanya mendengar suara desahan yang tak begitu jelas. Akan tetapi Devi bereaksi hebat dan tak lagi menguasai posisinya di pangkuan saya. Batang kemaluan saya yang sedari tadi tegang rasanya sia-sia kalau tidak saya sarangkan di lubang kemaluan wanita yang saya kangeni itu. Saya mengangkat sedikit pinggulnya dan lalu saya keluarkan batang kemaluan saya, sementara saya mulai mengatur posisi Devi untuk saya masuki.
“Slepph!” dengan mudah kepala batang kemaluan saya masuk karena lubang kemaluannya sudah lembab dari tadi. Bersamaan itu Devi mengernyitkan dahinya dan mendesah. Devi menjerit lirih saat semua batang kemaluan saya menjejali rongga rahimnya. Rasanya begitu hangat dan sensasional dan saya membisikkan padanya agar jangan menggoyangkan pantatnya. Kami rindu dan ingin berlama-lama menikmati moment kami kedua yang amat indah, syahdu dan nikmat ini. Saya melipat paha saya dan saya menyelusupkan dibalik punggungnya agar dia merasa nyaman dan memaksimalkan seluruh batang kemaluan saya di rahimnya. Saya rengkuh tengkuknya dan saya lumat bibirnya dengan lembut bergantian ke belakang telinga dan lehernya yang jenjang. Tangan kiri saya memberikan sentuhan di klitorisnya, saya tekan dan saya goyang ujung jari saya disana.
“Ooouchh… Mass… aaku… kaa… ngenn…” katanya terbata saat saya menciumi belakang lehernya.
Tubuhnya mulai menggigil dan Devi diam sesaat merasakan pejalnya batang kemaluan saya mengisi rahimnya, wajahnya menahan sesuatu untuk diekspresikan. Saya merasakan bahwa ia sebentar lagi mendapatkan orgasmenya, lantas buru-buru saya bisikkan ditelinganya.
“Tumpahkan semua rindumu Sayang.. aku akan menyambutmu..” bisikku mesra.
Saya membantunya mempercepat tempo permainan ujung jari saya di klitorisnya, sementara itu ujung lidah saya juga tidak ketinggalan memutar-mutar putingnya dan sesekali menyedotnya lembut.
“Aaachh… aachh… Mass… sshhh…” hanya itu yang ia ucapkan.
Desahan-desahannya membuat saya semakin bernafsu menjelajahi seluruh tubuhnya dengan ujung lidah saya, dan buru-buru Devi menarik kepala saya. Ia lantas melumat bibir saya kesetanan bagai tiada hari esok dan lantas saya melumat bibirnya, dan saya lepas permainan saya di klitorisnya. Tangan kiri saya saya tarik ke atas untuk menstimulasi puting kirinya dan ternyata usaha saya tidak sia-sia.
“Ooohh… nikk… matt… Saayy… yang…” desah Devi dalam erat dekapan saya.
Desahannya mengakhiri orgasmenya menandakan kepuasan dari cinta kami berdua. Saya mengambil jaket saya dan menutupi bagian pribadi kami yang sempat morat-marit. Meskipun batang kemaluan saya masih tertancap dalam-dalam! Akan tetapi saya tidak ingin mengakhirinya dengan ejakulasi saya karena situasi saja yang tidak memungkinkan.
“Aaawww… geli Mass…” desah Devi geli oleh denyutan batang kemaluan saya.
“Baik Devi sayang.. aku akan mencabutnya..”
“Aaahh…” Devi menjerit lirih kegelian.
Kami pun tertidur bersama hingga sampailah kami di kota kami yang penuh kenangan bagi kami berdua.
“Eh Mas mau kemana sekarang?” tanya Devi.
“Mau pulang, ikut yuk,” jawabku enteng.
Saya lantas merangkul dia kedalam pelukan saya. Angan laki-laki saya pun mulai berimprovisasi dan saya telah menemukan retorika tepat untuk dia.
“Dev aku kan belum puas melepas rindu sama kamu, kita lanjutin di rumahku yukk!” ajakku.
Singkatnya kami segera menuju rumah saya. Kebetulan rumah saya sedang sepi. Setelah mandi dan makan malam kami terlibat obrolan agak lama tentang kenangan kami. Lalu saya pangku Devi. Dalam keadaan berdekatan seperti gini, saya punya inisiatif untuk memeluk dan menciumnya. Dan Devi sudah berada dalam pelukan saya, dan bibirnya sudah dalam lumatan bibir saya. Dia diam saja dan mulai memejamkan matanya menikmati percumbuan ini. Tangannya perlahan berganti posisi menjadi memeluk leher saya. Tangan saya yang tadinya memegang pinggulnya, turun perlahan ke pangkal pahanya dan akhirnya..
Saya berhasil meraba merasakan betapa mulus dan lembutnya paha Devi. Saya raba naik turun sambil sedikit meremasnya. Sedang bibir kami masih saling berpagutan mesra dalam keadaan mata masih terpejam. Tangan saya mulai naik lagi. Sekarang saya mengangkat bajunya, dan kelihatanlah buah dadanya yang masih terbungkus rapi oleh BHnya. Saya lumat lagi bibirnya sebentar sambil tangan saya ke belakang tubuhnya. Memeluk, dan akhirnya saya mencari kancing pengait BHnya untuk saya lepas. Tidak lama terlepaslah BH pembungkus buah dadanya. Dan mulailah tersembul keindahan buah dadanya yang putih dengan puting kecoklatan diatasnya.
Benar-benar pemandangan yang menakjubkan, buah dada Devi yang terawat rapi selama setahun ini belum pernah saya lihat lagi. Akhirnya saya mulai meraba dan meremas-remas salah satu buah dadanya dan kembali saya lumat bibir mungilnya. Terdengar nafas Devi mulai tidak teratur. Kadang Devi menghembuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang sedang mendesah. Devi makin membiarkan saya menikmati tubuhnya. Birahinya sudah hampir tidak tertahankan. Saat saya rebahkan tubuhnya di sofa dan mulut saya siap melumat puting susunya, Devi menolak sambil mengatakan,
“Mas, jangan disini, dikamar Mas aja!” ajaknya dan segera saya bopong tubuhnya menuju ke kamar saya.
Begitu pintu ditutup dan dikunci, langsung saya peluk Devi yang sudah telanjang itu dan kembali melumat bibir mungilnya dan melanjutkan meraba-raba tubuhnya sambil bersandar di tembok kamarnya. Lama-lama cumbuan saya mulai beralih ke lehernya yang jenjang dan menggelitik belakang telinganya. Devi mulai mendesah pertanda birahinya semakin menjadi-jadi. Saking gemesnya sama tubuh Devi, nggak lama tangan saya turun dan mulai meraba dan meremas bongkahan pantatnya yang begitu montoknya.
Devi mulai mengerang geli, terlebih ketika saya lebih menurunkan cumbuan saya ke daerah dadanya, dan menuju puncak bukit kembar yang menggelantung di dada Devi. Dalam posisi agak jongkok dan tangan saya memegang pinggulnya, saya mulai menggerogoti puting susu Devi satu persatu yang membuat Devi kadang menggelinjang geli, dan sesekali melenguh geli. Saya jilati, saya gigit, saya emut dan saya hisap puting susu Devi, hingga Devi mulai lemas. Tangannya yang bertumpu pada dinding kamar mulai mengendor.
Perlahan tangan saya meraba kedua pahanya lagi dan rabaan mulai naik menuju pangkal pahanya.. Dan saya mengaitkan beberapa jari di celana dalamnya dan “srreet!!” Lepas sudah celana dalam Devi. Saya raba pantatnya, begitu mulus dan kenyal, sekenyal buah dadanya. Dan saat rabaan saya yang berikutnya hampir mencapai daerah selangkangannya… tiba-tiba,
“Mas, di tempat tidur aja yuk..! Devi capek berdiri nih.”
Sebelum membalikkan badannya, Devi memelorotkan celana panjangnya di hadapan saya dan tersenyum manis memandang ke arah saya. Senyum manisnya itu… bikin saya kepingin cepat-cepat menggumulinya. Apalagi Devi tersenyum dalam keadaan bugil alias tanpa busana. Devi mendekati saya dan tangannya dengan lincah melepas celana panjang dan celana dalam saya hingga kini bukan hanya dia saja yang bugil. Batang kemaluan saya yang tegang mengeras menandakan bahwa saya sudah siap tempur kapan saja.
Lalu Devi mengambil tangan saya, menggandeng dan menarik saya ke ranjang. Sesampainya di pinggir ranjang, Devi berbalik dan mengisyaratkan agar saya tetap berdiri dan kemudian Devi duduk di sisi ranjangnya. Devi mengulum batang kemaluan saya dengan rakusnya. Lalu dia dengan ganasnya pula menggigit halus, menjilat dan mengisap batang kemaluan saya tanpa ada jeda sedikitpun. Kepalanya maju mundur mengisap kemaluan saya hingga terlihat jelas betapa kempot pipinya. Saya berusaha mati-matian menahan ejakulasi agar saya bisa mengimbangi permainannya. Ada mungkin 15 menit Devi mengisapi batang kemaluan saya, lalu dia melepas mulutnya dari batang kemaluan saya dan merebahkan tubuhnya telentang diatas ranjang.
Saya mengerti sekali maksud gadis saya ini. Dia minta gantian saya yang aktif. Segera saya tindih tubuhnya dan mulai berciuman lagi untuk beberapa lamanya, dan saya mulai mengalihkan cumbuan ke buah dadanya lagi, kemudian turun lagi mencari sesuatu yang baru di daerah selangkangannya. Devi mengerti maksud saya. Dia segera membuka, mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar membiarkan saya membenamkan muka di sekitar bibir vaginanya. Kedua tangan saya lingkarkan di kedua pahanya dan membuka bibir vaginanya yang sudah memerah dan basah itu. Saya julurkan untuk menjilati bibir vaginanya dan buah kelentit yang tegang menonjol.
Devi menggelinjang hebat. Tubuhnya bergetar hebat. Desahannya mulai seru. Matanya terpejam merasakan geli dan nikmatnya tarian lidah saya di liang sanggamanya. Kadang pula Devi melenguh, merintih, bahkan berteriak kecil menikmati gelitik lidah saya. Terlebih ketika saya julurkan lidah saya lebih dalam masuk ke liang vaginanya sambil menggeser-geser klitorisnya. Dan bibir saya melumat bibir vaginanya seperti orang sedang berciuman. Vaginanya mulai berdenyut hebat, hidungnya mulai kembang kempis, dan akhirnya…
“Mas… ooohh… Mas… udahh… cepetan masukin punya mass… oh…”
Devi memohon kepada saya untuk segera menyetubuhinya. Saya bangun dari selangkangannya dan mulai mengatur posisi diatas tubuhnya dan menindihnya sambil memasukkan batang kemaluan saya ke dalam liang vaginanya perlahan. Dan akhirnya saya genjot vagina Devi secara perlahan dan jantan. Masih terasa sempit karena sudah setahun tidak dipakai, dan remasan vaginanya membuat saya tambah penasaran dan ketagihan. Akhirnya saya sampai pada posisi paling dalam, lalu perlahan saya tarik lagi. Pelan, dan lama kelamaan saya percepat gerakan tersebut. Kemudian posisi demi posisi saya coba dengan Devi.
Saya sudah tidak sadar berada dimana. Yang saya tahu semuanya sangat indah. Rasanya saya seperti melayang terbang tinggi bersama Devi. Yang saya ingat terakhir kali, tubuh saya dan tubuh Devi mengejang hebat. Keringat membasahi tubuh saya dan tubuhnya. Nafas kami sudah saling memburu. Saya merasa ada sesuatu yang memuncrat banyak sekali dari batang kemaluan saya sewaktu barang saya masih di dalam kehangatan liang sanggama Devi. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi. Sebelum tertidur saya sempat melihat jam. Alamak..! dua setengah jam.
Waktu saya sadar besoknya, Devi masih tertidur pulas disamping saya, masih tanpa busana dengan tubuh masih seindah dulu. Sambil memandanginya, dalam hati saya berkata,
“Akhirnya aku bisa ngelampiasin nafsu yang kupendam selama setahun ini”.
Setahun kemudian Devi lulus kuliah dan saya segera melamarnya. Dan jadilah Devi istri saya yang sangat saya sayangi hingga saat ini.

Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2016, Dan Lain-lain.

3gpbokep.online situs web yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru | Cerita Birahi Sex Pengganti Tante Ema
Hallo gaes, kembali admin 3gpbokep.online menghadirkan cerita sex pengalaman pribadi dari kiriman-kiriman pembaca. Admin 3gpbokep.online tentunya akan selalu menghadirkan cerita sex yang selalu terbaru dan terupdate. Bagi pembaca sekalian yang mempuyai pengalaman pribadi dan ingin pengalamannya ditulis di 3gpbokep.online bisa mengirimkan ceritanya lewat email : sexbirahi@gmail.com.
Sosok tante Ema adalah sosok wanita yan memenuhi segala kebutuhanku. Tanpa sosok tante Ema, aku pasti hidup serba kekurangan. Tante Ema selain baik, dia juga mempunyai wajah yang cantik dan juga tubuh yang seksi. Meski usianya yang sudah gak muda lagi, tante Ema gak mau kalah dengan ABG ABG jaman sekarang yang selalu berpakaian super seksi. Selain baik, cantik dan seksi, tante Ema lah satu-satunya wanita yang mengajariku tentang berhubungan sex. Berawal dari kupergoki tante Ema sedang masturbasi, namun tante Ema bukannya malu atau gimana, tapi tante Ema malah menarik tanganku masuk kedalam kamarnya dan menyuruhku untuk memuaskan birahi nafsu sex nya tersebut. Aku yang tak punya pengalaman tentang sex pun hanya bisa menuruti kemauan tante Ema. Setelah berhasil menelanjangiku, tante Ema langsung saja mengoral k0ntolku yang kurasakan sangat nikmat sekali. Sampai hari itu kupaskan nafsu tante Ema hingga tante Ema-pun kewalahan dan sangat kecapek’an.

Cerita Birahi Sex Pengganti Tante Ema



Setelah kupuaskan nafsu tante Ema hari itu, hari-hari selanjutnya tante Ema selalu memintaku memuaskan nafsunya dikala dia sedang sange. Dan aku pun hanya bisa menuruti semua kemauan tante Ema dengan memuaskan nafsunya karena aku teringat semua kebutuhanku semua yang menanggung adalah tante Ema. Hingga suatu ketika, ketika selesai kupuaskan nafsu birahi tante Ema, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Setelah kubuka pintunya, nampaklah seorang wanita setengah baya, seumuran dengan tante Ema yang kulihat sangat seksi sekali. Dengan baju yang dipakai sangat indah sekali tubuh tante itu terlihat sangat seksi sekali dan wajahnya juga terlihat sangat cantik dna sangat menggairahkan. Payudaranya lumayan besar sekitar 38B dan pantat yang bulat padat menghiasi tubuh tante itu.

Sapaan tante itu membuyarkan pandanganku dan kemudian tante itu bicara

“Ema ada dek???” tanyanya

“Ada tante, silahkan masuk” jawabku

Kemudian kupersilahkan masuk tante itu dan langsung memanggilkan tante Ema dan tak lama tante Ema-pun keluar dan mereka nampak akrab sekali. Ternyata setelah kudengar percakapa mereka ternyata tante cantik tante eksi itu namanya adalah tante Rista dan dia adalah adik perempuan dari tante Ema. Gilaaak bener, kakak adik dengan wajah cantik dan tubuh yang sangat bahenol sekali untuk kunikmati.

Dirumah, tante Ema sudah beberapa kali berpesan padaku jangan sampe kuperlakukan tante Rista sama sepertinya, rupanya tante Ema cemburu karena ngeliat kemungkinan itu ada. Sampai suatu ketika tante sedang pergi dengan om ke surabaya selama dua hari. Sehari sebelum berangkat aku sempat melampiaskan nafsuku bersama tante Ema disebuah hotel deket rumah, biar aman. Disana sekali lagi tante Ema berpesan dan aku mengiyakan dan aku-pun bersusaha meyakinkan tante Ema.

Setelah tante dan om berangkat kumulai susun rencana. Dirumah hanya tinggal aku, tante Rista dan seorang pembantu. Hari pertama niatku belom berhasil. Beberapa kali kugoda tante Rista dengan cerita-cerita menjurus porno namun tante nggak bergeming sedikitpun. Saking gak tahan nafsu ingin menyetubuhi tante Rista, malamnya aku coba mengintip saat dia mandi. Dibelakang kamar mandi, kuletakkan kursi dan berencana mengintip dari lubang ventilasi.

Hari mulai malam saat tante Rista masuk kamar mandi, kuputar kebelakang dan mulai melihat aktifitas seorang wanita cantik didalam kamar mandi. Perlahan kulihat tante Rista melepaskan daster pink-nya dan menggantungkan digantungan. Ternyata tante Rista gak memakai apa-apa lagi dibalik daster tadi. Putih mulus yang kuidam-idamkan kini terhampar jelas dibalik lubang ventilasi. Pertama tante Rista membasuh wajahnya. Sejenak dia diam dan tiba-tiba tangannya mengelus-elus lehernya, lama.

Pelan-pelan tangan tante Rista mulai merambah payudaranya yang besar. Jantungku berdebar, lututku gemetaran melihat adegan sensual didalam kamar mandi tersebut. Jari jemari tante Rista menjelajah setiap jengkal tubuhnya yang indah dan berhenti diselangkangannya. Tubuh tante Rista bergetar dan dengan mata tertutup dia sedikit mengerang “Oooouuuhh…..” Dan tubuhnya kelihatan melemas. Tante Rista orgasme. Secepat itukah???? Karena k0ntolku juga sudah menggeliat-geliat, kutuntaskan nafsuku dibelakang kamar mandi dengan mata masih memandang kedalam. Gak sadar aku juga mengerang dan pejuhku terbang jauh melayang. Cerita Sex Terbaru

Dalam beberapa detik kupejamkan mata menahan sensasi kenikmatan. Saat kubuka mata, wajah cantik tante Rista sedang mendongak menatapku. Wah ketahuan nih. Belum sempat aku bereaksi ingin kabur, dari dalam kamar mandi tante Rista memanggilku lirih.

“Raka, gak baik mengintip” ujar tante Rista

“Waduuuuh matih aku ketahuan deh” ujarku dalam hati sambil kugaruk-garuk kepalaku

“Maaf tante Raka gak sengaja” balasku lirih

“Gak papa, dari pada disitu mendingan..,” kata tante Rista lagi sambil tangannya melambai dan menunjuk arah kedalam kamar mandi

Aku mengerti maksud tante Rista, dia memintaku masuk kedalam. Tak pakai lama lagi, langsung aku loncat dan berlari memutar kedalam rumah dan sekejap aku sudah stand by didepan pintu kamar mandi. Mataku sedikit melongok sekeliling takut ketahuan pembantu. Hampir bersamaan pintu kamar mandi terbuka dan aku bergegas masuk. Kulihat tante Rista melilitkan handuk ditubuhnya. Namun karena handuknya agak kecil maka paha mulusnya jelas terlihat, putih dan sangat menggairahkan.

“Ngapain sih kamu pake ngitip segala???” tanya tante Rista

“Aku kan gak enak kalau mau ngomong langsung, bisa-bisa aku kena tampar” balasku

Kemudian tante Rista memandangku tajam dan dia tanpa basa-basi tante Rista langsung menerkam mulutku. Dengan busanya dia mencumbuku. Bibir, leher, tengkuk dan dadaku gak lepas dari sapuan lidah dan bibirnya. Melihat aksi ini gak ada rasa kalo tante Rista tuh orang desa. Sekali sentak kutarik handuknya dan woooouuuww! Pemandangan yang snagat indah yang tadi masih jauh dari jangkauan sekarang benar-benar dekat, bahkan menempel ditubuhku. Dalam posisi masih berdiri, tante Rista membungkuk dan melahap k0ntolku yang sudah tegak kembali.

Cukup k0ntolku dihisap tante Rista, rasanya sangat nikmat sekali. Tante Rista lebih rakus dari tante Ema. Atau mungkin disinilah letak ‘kampungan’nya, liar dan buas. Beberapa menit kemudian setelah puas menghisap, tante Rista mengambil duduk dibibir bak mandi dan menarik wajahku. Kutau maksudnya. Segera kusibakkan rambut indah diselangkangannya dan bibir merah labia mayora menantangku untuk dijilat. Jilatanku kemudian membuat tante Rista menggelepar. Erangan demi erangan keluar dari mulut Tante Dira.

“Raka kamu hebat, pantesan si Ema selalu puas jika bersetubuh denganmu” celoteh tante Rista

“Emangnya tante Rista tau???” tanyaku disela aktifitas menjilat

“Ya tantemu itu cerita dan sebelum kesurabaya dia berpesan jangan menggodaku, dia cemburu tuh” balas tante Rista

Rupanya rahasiaku sudah terbongkar. Kuangkat wajahku, lidahku menjalar menyapu setiap jengkal kulit putih mulus tante Rista.

“Sedari awal aku sudah tau kamu mengintip, tapi kubiarkan saja, bahkan kusengaja aja tadi pura-pura orgasme untuk memancingmu, padahal sih aku belum keluar tadi, kamu tertipu ya, tapi ya, sekarang masukin yuk, aku bener-bener gak tahan mau keluar” ujar tante Rista lagi

Aku sedikit malu juga ketahuan mengintip tadi. Kemudian kubilang padanya,

“Sebentar lagi tante…belom juga apa-apa masa mau langsung tancep sih” balasku

“Creeep…” secara tiba-tiba ujung hidungku kupaksakan masuk kedalam celah memeknya itu

“Aaaggghh……kamu nakaal…” jerit tante Rista cukup keras.

Terus terang memek tante Rista adalah terindah yang pernah kucicipi, bibir memeknya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Giliran kutarik kecil kedua belah bibir memek itu dengan mulutku.

“Ooohh lidahmu.. Ooouuuhhh nikmatnya Raaakkkk……” lirih tante Rista

“Aaggghh.. saying……Tante suka yang itu yaahh.. sedooot lagi donk sayang oooggghh…” tante Rista mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini.

5 menit kemudian “Sayang.. Aku ingin cicipin k0ntolmu juga donk” katanya seperti memintaku menghentikan tarian lidah di memeknya

“Aaaahh……Baiklah tante, sekarang giliran tante lagi yah..,” lanjutku kemudian berdiri mengangkang tepat didepan wajahnya . Tangannya langsung meraih k0ntolku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh diatas rata-rata.

“Okh Raka……indah sekali k0ntolmu ini..” ujar tante Rista padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala k0ntolku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu

“Mungkin ini gak akan cukup kalau masuk di.. aah mm… ngggmm…” belum lagi kata-kata isengnya keluar aku sudah menghunjamkan kearah mulutnya dan, “Crooop..Crooooppp” langsung memenuhi rongganya yang mungil itu.

Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras.

“Aduuuh enaak… ooohh enaknya tante ooohh..” desahku menikmati kulumannya

Sementara ia terus menyedot dan mengocok k0ntolku keluar masuk mulutnya yang kini nampak semakin sesak. Tangan kananku meraih toket montoknya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan dipunggungnya yang halus itu. Sesekali dia menggigit kecil kepala k0ntolku dalam mulutnya,

“Mmmmm…..Hhhmmm……” hanya itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas payudaranya

“Crooooop…” Tante Rista mengeluarkan k0ntolku dari mulutnya dan langsung saja kusergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir dibibir memeknya.

“Aoouuuhh… Tante gak tahan lagi sayang ampuuun…..Rakaaaa……Masukin sekarang juga, ayooo..” pinta tante Rista sambil memegang pantatku.

Segera kuarahkan k0ntolku keselangkangannya yang tersibak diantara pinggangku menempatkan posisi liang memeknya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan dibibir mem3knya dan mendorongnya perlahan,

“Nggg… aa.. aa.. aa.. iii.. ooohh masuuuk… aduuuh besar sekali k0ntolmu sayang, ooouuuuhh…” tante Rista merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris

“Ooohh.. aa… aahh… aahh… mmhh geliii ooohh enaknya, Raaaakkkk……Ooooh,” desah tante Rista

“Yaahh enaak juga tante.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras tante, nikmat sekali seperti ini, ooohh enaakk… ooohh tante ooohh..” kata-kataku yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali

Tanganku yang tadi berada diatas sekarang pindah meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap tante Rista menekan kebawah dan menghempaskan mem3knya yang tertusuk k0ntolku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula m3meknya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang k0ntolku.

Hanya sepuluh menit setelah goyangan itu, tubuh tante Rista terasa menegang, aku mengerti kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya,

“Rakaaaa……Aaahh aku gaak……gak kuaat aahh.. aahh.. ooohh”

“Taahaan tante……tunggu aku dulu nggg.. oooh enaknya tante.. tahan dulu … jangan keluarin dulu..”

Tapi sia-sia saja, tubuh tante Rista menegang kaku, tangannya mencengkeram erat dipundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada paydaranya. Kusadari sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras toketnya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya.

“Ooo… nggg… aahh… sayang sayang.. sayang.. oooh enaak..Tante kelauaar.. ooohh.. ooohh…” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu

Kurasakan jepitan memek tante Rista disekeliling k0ntolku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran lendir kental terasa menyemprot enam kali didalam liang mem3knya sampai sekitar sepuluh detik kemudian dia mulai lemas dalam pelukanku. Kemudian kugenjot lagi tanpa memberikan waktu untuk istirahat untuk tante Rista. Selang tak berapa lama tante Rista mengerang nikmat dan merem melek setiap kali kugenjot dengan batang k0ntolku yang sudah besar dan memerah.

Lama kami bertarung dalam posisi ini, sesekali tante Rista menarik tubuhku biar lebih dalam. Setelah puas dengan sensasi ini kami coba ganti posisi. Kali ini dalam posisi dua-duanya berdiri, kaki kanannya diangkat dan diletakkan diatas toilet. Agak sedikit menyamping kuarahkan k0ntolku ke mem3knya. Dengan posisi ini kerasa banget gigitan memek tante Rista saat kugenjot keluar masuk. Kami berpelukan dan berciuman sementara k0ntolku masih tetep aktif keluar masuk.

Puas dengan gaya itu kami coba mengganti posisi. Kali ini doggie style. Sambil membungkuk, tante Rista menopangkan tangan di bak mandi dan dari belakangnya kumasukkan k0ntolku. Uuuggghh terasa nikmatnya karena batang k0ntolku seakan dijepit dengan daging yang kenyal. Kutepuk tepuk pantat tante Rista yang mulus dan berisi. Tante Rista mendesis-desis seperti kepedesan. Lama kami mengeksplorasi gaya ini. Cerita Dewasa

Dalam beberapa menit kemudian tante Rista memintaku untuk tiduran dilantai kamar mandi. Walaupun agak enggan, kulakuin juga maunya, tapi aku tidak bener-bener tiduran karena punggungku kusenderkan didinding sementara kakiku selonjoran. Dan dalam posisi begitu aku disergapnya dengan kaki mengangkangi tubuhku. Dan perlahan tangan kanannya memegang k0ntolku, sedikit dikocoknya dan diarahkan ke mem3knya yang sudah membengkak.

Sedetik kemudian dia sudah naik turun diatas tubuhku. Rupanya tante Rista sangat menikmati posisi ini. Buktinya matanya terpejam dan desisannya menguat. Lama kubiarkan tante Rista menikmati gaya ini. Sesekali kucium bibirnya dan kumainkan putting susunya. Dia mengerang nikmat. Dan sejenak tiba-tiba raut mukanya berubah rona. Dia meringis, mengerang dan berteriak,

“Rakaaa, aku mau sampe lagi nih, oh, oh, oh, ah, ah nikmatnya,” erang tante Rista

Tangannya meraih tubuhku dan aku dipeluknya erat. Tubuhnya menggeliat-geliat panas sekali.

“Ooooogggghh…” ditingkah erangan itu, kemudian tubuhnya melemah dipangkuanku

Dalam hatiku curang juga nih tante, masak aku dibiarkan tidak tuntas. Masih dalam posisi lemas, tubuhnya kutelentangkan dilantai kamar mandi tanpa mencabut k0ntolku dari mem3knya. Dan perlahan mulai kugenjot lagi. Dia mengerang lagi mendapatkan sensasi susulan. Uuuuhhh tante Rista memang dahsyat, baru sebentar lunglai sekarang sudah galak lagi. Pinggulnya sudah bisa mengikuti alur irama goyanganku. Lama kami menikmati alunan irama seperti itu, sekarang giliranku mau sampai.

“Tante aku mau keluarin ya” kataku menahan gejolak, bergetar suaraku

“Sama-sama ya Raakaaa, aku mau lagi nih, ayo, yok keluarin, yok, ahh” balas tante

Dibalik erangannya, akupun melolong seperti megap-megap. Sejurus kemudian kami sudah berpelukan lemas dilantai kamar mandi. Persetan dengan lantai ini, bersih atau nggak, emangnya gue pikirin. Kayaknya aku tertidur sejenak dan ketika sadar aku segera mengangkat tubuh tante Rista dan kami-pun mandi bersama.

Selesai mandi, kami bingung gimana harus keluar dari kamar mandi. Takut pembantu tau. Kubiarkan tante Rista yang keluar duluan, setelah aman aku menyusul kemudian. Namun bukannya kami kekamar masing-masing, tante Rista langsung menyusul kekamarku setelah mengenakan daster. Aku yang masih telanjang dikamarku langsung disergapnya lagi. Dan kami melanjutkan babak babak berikutnya. Malam itu kami habiskan dengan penuh nafsu membara.

Kuhitung ada sekitar 15 kali kami keluar bersama. Aku sendiri sudah terbiasa dengan orgasme sebanyak itu. Walaupun dironde-ronde terakhir pejuhku sudah tidak keluar lagi, tapi rasa puas karena multi orgasme tetap jadi sensasi.

Selama dua hari tante Ema disurabaya, kuhabiskan segala kemampuan sexualku dengan tante Rista. Sejak kejadian itu masih ada sebulan tante Rista tinggal dirumah tante Ema. Selama itu pula aku kucing-kucingan bermain cinta. Aku harus melayani tante Ema dan juga bermain cinta dengan tante Rista. Semua pengalaman itu nyata kualami. Aku gak merasa capek harus melayani dua wanita STW yang dua-duanya punya nafsu sex yang liar karena aku juga menikmatinya. Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Mesum, Cerita Sex Ngentot